INSIBERNEWS – Universitas Gadjah Mada (UGM) menepis tuduhan yang meragukan keaslian ijazah dan skripsi Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pernyataan tersebut muncul setelah seorang mantan dosen Universitas Mataram, Rismon Hasiholan Sianipar, mengklaim adanya kejanggalan dalam dokumen akademik Jokowi.
Baca Juga: Geng Motor Brutal di Kemayoran Aniaya 3 Remaja, Polisi Tangkap 6 Pelaku
Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, menyayangkan munculnya informasi yang dinilai menyesatkan itu. Ia menegaskan bahwa sebagai akademisi, seharusnya Rismon menyampaikan pendapat berdasarkan fakta yang terverifikasi, bukan spekulasi yang bisa membingungkan publik.
“Kita sangat menyayangkan adanya tuduhan seperti ini, apalagi datang dari seorang akademisi yang seharusnya menyampaikan informasi berbasis riset dan data yang valid,” ujar Sigit, dikutip dari situs resmi UGM.
Baca Juga: Kepala BGN Sebut Timnas Kalah karena Kurang Gizi, DPR: Jangan Lebay!
Salah satu poin yang dipersoalkan Rismon adalah penggunaan font Times New Roman pada lembar pengesahan dan sampul skripsi Jokowi. Menurutnya, font tersebut belum digunakan di era 1980-an hingga 1990-an.
Menanggapi hal ini, Sigit menjelaskan bahwa pada masa itu, penggunaan font yang menyerupai Times New Roman memang sudah umum, terutama di percetakan sekitar kampus seperti Prima dan Sanur, yang kerap digunakan mahasiswa untuk mencetak dokumen akademik mereka.
Baca Juga: Kalimanto Tulus Widodo Tutup Usia, Indonesia Kehilangan Legenda Balap Sepeda
“Kalau dia pernah kuliah di UGM, seharusnya dia tahu bahwa percetakan di sekitar kampus memang sudah menggunakan font seperti itu sejak dulu,” tegasnya.
Selain itu, Rismon juga mempertanyakan format nomor ijazah Jokowi yang hanya terdiri dari angka tanpa klaster tertentu.
Baca Juga: Dijual Diam-diam Oleh Eks Karyawan, Lagu Eminem yang Belum Dirilis Bocor
Sigit menegaskan bahwa sistem penomoran ijazah di Fakultas Kehutanan UGM pada masa itu memang menggunakan format tersebut dan berlaku bagi semua lulusan, termasuk Jokowi.
Dengan demikian, tidak ada yang aneh atau janggal dalam ijazah maupun dokumen akademik Jokowi.
Artikel Terkait
Desain Walk-in closet Minimalis, Estetik dengan Manfaatkan Sudut Ruang Nganggur
BRI Raih Penghargaan Anugerah Avirama Nawasena dari SBM ITB Atas Komitmennya Terapkan Budaya Kerja Inklusif
Insiden Kepala Babi di Tempo, Hasan Nasbi: Jangan Besarkan, Lebih Baik Dimasak Saja
Pedangdut Ratu Meta Laporkan Suami atas Dugaan KDRT: Pipi Dipukul, Perut Diinjak!
NewJeans Gagal Lepas Dari ADOR, Nama Grup NJZ Tak Boleh Lagi Dipakai
Dijual Diam-diam Oleh Eks Karyawan, Lagu Eminem yang Belum Dirilis Bocor
Kalimanto Tulus Widodo Tutup Usia, Indonesia Kehilangan Legenda Balap Sepeda
Ifan Seventeen Siap Mundur dari PFN, tapi Tak Akan Lari dari Tanggung Jawab
Kepala BGN Sebut Timnas Kalah karena Kurang Gizi, DPR: Jangan Lebay!
Geng Motor Brutal di Kemayoran Aniaya 3 Remaja, Polisi Tangkap 6 Pelaku