Kepala BGN Sebut Timnas Kalah karena Kurang Gizi, DPR: Jangan Lebay!

Photo Author
- Minggu, 23 Maret 2025 | 05:15 WIB
Timnas Indonesia kalah lawan Australia dengan skor akhir 1-5 (Foto : Instagram/timnasindonesia)
Timnas Indonesia kalah lawan Australia dengan skor akhir 1-5 (Foto : Instagram/timnasindonesia)

 

INSIBERNEWS - Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mengkritik pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, yang menyebut kekalahan Timnas Indonesia dalam pertandingan sepak bola disebabkan oleh kurangnya asupan gizi.

Menurutnya, pernyataan tersebut terlalu berlebihan dan tidak relevan untuk dijadikan alasan utama.

Baca Juga: Shin Tae-yong Soroti Kekalahan Indonesia dari Australia, Sebut ada 3 Faktor Penyebabnya, Apa Saja?

Hadrian menilai bahwa menghubungkan performa Timnas dengan faktor gizi bukanlah cara yang tepat dalam mengevaluasi prestasi sepak bola nasional.

Ia berpendapat bahwa kekalahan sebuah tim dalam kompetisi lebih dipengaruhi oleh berbagai aspek teknis dan non-teknis, bukan semata-mata karena asupan makanan yang kurang bergizi.

Baca Juga: Djokovic Kembali ke Miami Open, Berburu Gelar ke-100 dan Bertemu Jon Bon Jovi

"Kepala BGN jangan terlalu lebay menyangkutpautkan PSSI dengan makanan bergizi. Apalagi menyampaikan statement bahwa pemain Indonesia kurang makan bergizi," ujar Hadrian, yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PKB NTB, Sabtu (22/3/2025).

Menurutnya, prestasi sepak bola lebih banyak dipengaruhi oleh pembinaan pemain, strategi permainan, kualitas kompetisi dalam negeri, serta infrastruktur olahraga.

Meskipun gizi memang memiliki peran dalam performa atlet, menjadikannya sebagai alasan utama atas kekalahan Timnas dianggap tidak adil dan terlalu menyederhanakan masalah yang lebih kompleks.

Baca Juga: Kluivert Puji Mentalitas Timnas Garuda Meski Kalah 1-5 dari Australia

Pernyataan Dadan sebelumnya memang menuai pro dan kontra. Sebagian mendukung pentingnya asupan gizi dalam menunjang performa atlet, sementara yang lain menilai argumen tersebut tidak berdasar.

Hadrian menegaskan bahwa daripada mencari-cari alasan, lebih baik semua pihak berfokus pada upaya peningkatan kualitas sepak bola Indonesia secara menyeluruh.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X