INSIBERNEWS - Arsip Nasional Amerika Serikat baru saja merilis lebih dari 80.000 dokumen elektronik pada Selasa malam (18/3/2025).
Rilis besar-besaran ini dilakukan setelah tim pengacara Departemen Kehakiman meninjau dokumen-dokumen tersebut selama berjam-jam sebelum akhirnya dipublikasikan.
Baca Juga: Serangan AS ke Yaman Tewaskan Puluhan Warga, Militer Yaman Bersumpah Balas Dendam
Sebagian besar dokumen yang dirilis adalah memo-memo rahasia yang sebelumnya disembunyikan dari publik, memberikan gambaran mendalam tentang ketegangan antara AS dan Uni Soviet di era Perang Dingin, khususnya setelah Krisis Rudal Kuba 1962.
Baca Juga: AS dan Israel Bahas Pemindahan Warga Gaza ke Afrika, Namun Ditolak Negara-Negara Terkait
Salah satu aspek paling menarik dari rilis ini adalah dokumen yang berkaitan dengan investigasi terhadap Lee Harvey Oswald, pria yang dituduh membunuh Presiden John F. Kennedy pada 22 November 1963.
Arsip ini mencerminkan upaya pemerintah AS untuk melacak pergerakan Oswald, termasuk masa tinggalnya di Uni Soviet.
Baca Juga: Menlu AS Stop 83 Persen Program USAID di Seluruh Dunia, Bantuan Kemanusiaan Terancam?
Beberapa dokumen juga mencatat ketidakkonsistenan informasi yang diberikan CIA dan Departemen Luar Negeri kepada Komisi Warren, badan penyelidik resmi pembunuhan JFK.
Fakta-fakta ini kembali memicu spekulasi tentang kemungkinan adanya konspirasi yang lebih besar di balik kematian Kennedy.
Baca Juga: Negara-Negara Arab Sepakat Bangun Kembali Gaza, Tolak Usulan AS Soal Relokasi Warga
Keponakan JFK, Robert F. Kennedy Jr., bahkan secara terbuka menyatakan bahwa ia yakin CIA terlibat dalam kematian pamannya, meskipun tuduhan ini telah berkali-kali dibantah oleh badan intelijen tersebut.
Sementara itu, cucu JFK, Jack Schlossberg, mengungkapkan kekecewaannya melalui aplikasi X (sebelumnya Twitter), dengan mengatakan bahwa pihak keluarga Kennedy tidak mendapat pemberitahuan resmi sebelum dokumen-dokumen ini dirilis ke publik.
Baca Juga: Berapa Daya Tampung SNBT 2025 Matematika di Institut Teknologi Sepuluh Nopember? Ternyata....
Artikel Terkait
Imbas Perang Dagang AS-China, KEK Kendal Kebanjiran Pabrik Relokasi
Zelensky Siap Serahkan Mineral Ke AS Meski ada Ketegangan dengan Trump
Zelenskyy Tekankan Pentingnya Dukungan AS dan Eropa Sang Negara Baltik Jadi Harapan Utama untuk Perdamaian Ukraina
Negara-Negara Arab Sepakat Bangun Kembali Gaza, Tolak Usulan AS Soal Relokasi Warga
Perang Dagang Memanas! China Balas AS dengan Tarif Baru Impor Sebesar 15 Persen!
Kapal Selam Nuklir Korea Utara Muncul ke Permukaan, Ancaman Baru bagi AS dan Sekutunya?
Menlu AS Stop 83 Persen Program USAID di Seluruh Dunia, Bantuan Kemanusiaan Terancam?
Ukraina Setuju Usulan AS untuk Gencatan Senjata 30 Hari dengan Rusia
AS dan Israel Bahas Pemindahan Warga Gaza ke Afrika, Namun Ditolak Negara-Negara Terkait
Serangan AS ke Yaman Tewaskan Puluhan Warga, Militer Yaman Bersumpah Balas Dendam