INSIBERNEWS – Korea Utara kembali menarik perhatian dunia dengan proyek militernya yang semakin ambisius. Baru-baru ini, negara tertutup itu mengungkap bahwa mereka tengah membangun kapal selam bertenaga nuklir yang mampu membawa senjata berkemampuan nuklir.
Langkah ini tentu saja memicu kekhawatiran global, terutama bagi Amerika Serikat dan sekutunya di Asia, seperti Korea Selatan dan Jepang.
Baca Juga: Bayi Usia 2 Bulan Tewas Tak Wajar di Jakarta Barat, Polisi Selidiki Dugaan Kejanggalan
Media pemerintah Korut merilis sejumlah foto yang memperlihatkan pemimpin tertinggi Kim Jong-un mengunjungi galangan kapal Angkatan Laut untuk meninjau langsung kapal perang besar tersebut.
Kapal yang disebut sebagaiv"kapal selam rudal strategis bertenaga nuklir" itu diyakini memiliki kemampuan membawa persenjataan yang sangat mematikan.
Baca Juga: Naas! Ibu dan Anak Tewas dalam Banjir Di Sukabumi, Suami Dicurigai Sengaja Mengunci Pintu
Menurut Moon Keun-sik, pakar kapal selam dari Universitas Hanyang Seoul, kapal selam ini diduga memiliki bobot hingga 7.000 ton dan mampu membawa sekitar 10 rudal dengan hulu ledak nuklir.
Jika benar demikian, ini bisa menjadi game-changer dalam dinamika keamanan di kawasan.
Baca Juga: Jadwal BRI Liga 1 2024-2025 Hari Ini 9 Maret 2025, Lengkap dengan Link Streaming
Washington dan Seoul tentu tak tinggal diam. Mereka memantau perkembangan ini dengan serius, mengingat Korea Utara telah lama mengembangkan teknologi nuklirnya meskipun mendapat berbagai sanksi internasional.
Dengan kehadiran kapal selam ini, kemampuan serangan Korut bisa meningkat drastis, termasuk serangan dari bawah permukaan laut yang lebih sulit dideteksi.
Baca Juga: Buntut Dugaan Korupsi, MPR Minta Dibentuk Lembaga Independen Pengawas Pertamina
Di tengah ketegangan yang terus meningkat, dunia kini menanti respons dari komunitas internasional, terutama AS dan sekutunya.
Apakah ini akan memicu babak baru dalam persaingan militer di kawasan? Atau justru mendorong upaya diplomasi yang lebih serius? Yang jelas, kehadiran kapal selam ini semakin memperumit situasi di Semenanjung Korea.
Artikel Terkait
Gunung Marapi Kembali Erupsi, Kolom Abu Tidak Teramati namun Warga Diminta Waspada
Siklon Alfred Terjang Australia, Puluhan Ribu Rumah Gelap Gulita dan Warga Dievakuasi
Waduh! Kecurangan di Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis Tercium KPK, Anggaran Makan Rp10,000 Diturunkan Jadi Rp8,000
Sambangi Warga Terdampak Banjir di Bekasi, Prabowo Beri Dukungan Moril dan Buka Puasa Bersama
Lakukan 4 Pelanggaran, Gelar Doktor Bahlil Lahadalia Tidak Dicabut Pihak UI
Presiden Dimakzulkan Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dibebaskan, Pengadilan Batalkan Surat Perintah Penangkapan
Buntut Dugaan Korupsi, MPR Minta Dibentuk Lembaga Independen Pengawas Pertamina
Berpihak Nyata untuk UMKM dan Ekonomi Rakyat, BRI Salurkan KUR Sebesar Rp27,72 Triliun dalam 2 Bulan
Naas! Ibu dan Anak Tewas dalam Banjir Di Sukabumi, Suami Dicurigai Sengaja Mengunci Pintu
Bayi Usia 2 Bulan Tewas Tak Wajar di Jakarta Barat, Polisi Selidiki Dugaan Kejanggalan