Kapal Selam Nuklir Korea Utara Muncul ke Permukaan, Ancaman Baru bagi AS dan Sekutunya?

Photo Author
- Minggu, 9 Maret 2025 | 19:13 WIB
Kim Jong-un - Presiden Korea Utara (Foto : KCNA/YNA/dpa)
Kim Jong-un - Presiden Korea Utara (Foto : KCNA/YNA/dpa)

INSIBERNEWS – Korea Utara kembali menarik perhatian dunia dengan proyek militernya yang semakin ambisius. Baru-baru ini, negara tertutup itu mengungkap bahwa mereka tengah membangun kapal selam bertenaga nuklir yang mampu membawa senjata berkemampuan nuklir.

Langkah ini tentu saja memicu kekhawatiran global, terutama bagi Amerika Serikat dan sekutunya di Asia, seperti Korea Selatan dan Jepang.

Baca Juga: Bayi Usia 2 Bulan Tewas Tak Wajar di Jakarta Barat, Polisi Selidiki Dugaan Kejanggalan

Media pemerintah Korut merilis sejumlah foto yang memperlihatkan pemimpin tertinggi Kim Jong-un mengunjungi galangan kapal Angkatan Laut untuk meninjau langsung kapal perang besar tersebut.

Kapal yang disebut sebagaiv"kapal selam rudal strategis bertenaga nuklir" itu diyakini memiliki kemampuan membawa persenjataan yang sangat mematikan.

Baca Juga: Naas! Ibu dan Anak Tewas dalam Banjir Di Sukabumi, Suami Dicurigai Sengaja Mengunci Pintu

Menurut Moon Keun-sik, pakar kapal selam dari Universitas Hanyang Seoul, kapal selam ini diduga memiliki bobot hingga 7.000 ton dan mampu membawa sekitar 10 rudal dengan hulu ledak nuklir.

Jika benar demikian, ini bisa menjadi game-changer dalam dinamika keamanan di kawasan.

Baca Juga: Jadwal BRI Liga 1 2024-2025 Hari Ini 9 Maret 2025, Lengkap dengan Link Streaming

Washington dan Seoul tentu tak tinggal diam. Mereka memantau perkembangan ini dengan serius, mengingat Korea Utara telah lama mengembangkan teknologi nuklirnya meskipun mendapat berbagai sanksi internasional.

Dengan kehadiran kapal selam ini, kemampuan serangan Korut bisa meningkat drastis, termasuk serangan dari bawah permukaan laut yang lebih sulit dideteksi.

Baca Juga: Buntut Dugaan Korupsi, MPR Minta Dibentuk Lembaga Independen Pengawas Pertamina

Di tengah ketegangan yang terus meningkat, dunia kini menanti respons dari komunitas internasional, terutama AS dan sekutunya.

Apakah ini akan memicu babak baru dalam persaingan militer di kawasan? Atau justru mendorong upaya diplomasi yang lebih serius? Yang jelas, kehadiran kapal selam ini semakin memperumit situasi di Semenanjung Korea.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X