INSIBERNEWS - Amerika Serikat (AS) dan Israel telah melakukan kontak dengan pejabat-pejabat di Sudan, Somalia, dan Somaliland.
Hal tersebut dilakukan untuk membahas kemungkinan pemindahan warga Palestina dari Jalur Gaza ke tiga negara di Afrika Timur tersebut.
Wacana ini melanjutkan rencana yang pernah diajukan oleh Presiden AS, Donald Trump, untuk merelokasi warga Palestina dari Gaza ke lokasi yang ia klaim lebih baik.
Baca Juga: Ada Tambahan Tugas untuk TNI dalam RUU TNI, Tangani Narkoba dan Ketahanan SIber
Dilansir INsibernews dari laman Reuters (16/3/2025), rencana tersebut mencakup pengelolaan Gaza yang akan diubah menjadi berbagai proyek.
Namun telah mendapat penolakan keras dari warga Gaza dan banyak negara lainnya.
Pejabat Sudan dengan tegas menolak rencana pemindahan tersebut.
Baca Juga: Tuai Protes! Rapat Tertutup Pembahasan RUU TNI di Hotel Fairmont Diterobos Warga, Kenapa?
Mereka menyatakan bahwa tidak ada alasan yang dapat diterima untuk mengalihkan warga Palestina dari tanah mereka.
Sudan menegaskan komitmennya terhadap hak-hak rakyat Palestina.
Penolakan ini diungkapkan dalam laporan Associated Press (AP) pada Sabtu (15/3/2025).
Baca Juga: Demi Dukung Barang Lokal Bisa Bersaing, Wamenperin akan Revisi Regulasi Impor Barang Jadi
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Somalia, Ahmed Moalim Fiqi, mengatakan kepada bahwa ia tidak mengetahui adanya proposal tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah Somalia akan menolak segala usulan yang dapat merusak hak rakyat Palestina untuk hidup damai di tanah mereka sendiri.
Artikel Terkait
Lalu Lintas Kapal di Terusan Suez Kembali Ramai Usai Gencatan Senjata di Gaza
ICC Didesak Usut Biden dan CS atas Dugaan Keterlibatan dalam Kejahatan Perang di Gaza
Mulai Sedikit Membaik, Vatikan Ungkap Kondisi Terbaru Paus Fransiskus dan Bagikan Isi Telepon Bapa Suci dengan Paroki Gaza
Indonesia Akan Salurkan Bantuan Rp3,2 Triliun untuk Rekonstruksi di Gaza
Israel Ancam Putus Pasokan Listrik ke Gaza di Tengah Negosiasi Gencatan Senjata