INSIBERNEWS - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan aksesibilitas transportasi bagi masyarakat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno resmi akan memperluas layanan transportasi gratis untuk Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta bagi 15 kelompok masyarakat tertentu.
Baca Juga: SPBU Shell Diserbu, Antrean Panjang Jadi Pemandangan Baru Usai Isu BBM Oplosan
Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok yang dinilai memiliki kontribusi besar bagi warga Jakarta, termasuk tenaga pendidik, petugas sosial, serta warga yang membutuhkan.
Wakil Gubernur Rano Karno menegaskan bahwa program ini tidak hanya soal keringanan biaya transportasi, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap mereka yang telah berperan aktif dalam berbagai sektor, seperti pengurus rumah ibadah, tenaga kontrak, hingga petugas kesehatan lingkungan seperti Juru Pemantau Jentik (Jumantik).
Baca Juga: Krisis Demografi Jepang Makin Parah, Kelahiran Terus Turun Selama Sembilan Tahun Berturut-turut
Selain itu, kelompok lain yang berhak mendapatkan fasilitas ini antara lain para pensiunan PNS Pemprov DKI, siswa penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, penghuni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa), hingga pekerja dengan gaji setara Upah Minimum Provinsi (UMP) yang memiliki rekening di Bank DKI.
Baca Juga: DPR Desak Pemerintah Bertindak, Ribuan Karyawan Sritex Terancam PHK Jelang Lebaran
Saat ini, Pemprov DKI tengah mempersiapkan sistem pendaftaran dan verifikasi agar kebijakan ini dapat berjalan efektif. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bersama berbagai instansi terkait sedang melakukan koordinasi untuk memastikan bahwa penerima manfaat benar-benar sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
Proses ini juga melibatkan lembaga keagamaan serta komunitas lokal agar program ini bisa berjalan tepat sasaran.
Baca Juga: 84 WNI Korban Online Scam Dipulangkan dari Myanmar, Tiba di Indonesia Malam Ini
Selain meringankan beban ekonomi warga, program ini diharapkan dapat meningkatkan penggunaan transportasi umum di Jakarta, mengurangi kemacetan, serta menekan polusi udara.
Dengan semakin banyaknya warga yang beralih ke transportasi publik, Jakarta bisa menuju ke arah kota yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
Baca Juga: Hari Terakhir Kerja, 8.400 Karyawan Sritex Kena PHK, Perusahaan Tutup Total Awal Maret
Artikel Terkait
Transjakarta Izinkan Penumpang Buka Puasa di Dalam Bus, Maksimal 10 Menit Setelah Adzan
Kementerian Agama Akan Gelar Sidang Isbat Ramadhan 1446 Hijriah Hari Ini
Akhirnya Pilwalkot Banjarbaru Akan Dilakukan PSU Total dan Hadirkan Kotak Kosong
Hari Terakhir Kerja, 8.400 Karyawan Sritex Kena PHK, Perusahaan Tutup Total Awal Maret
84 WNI Korban Online Scam Dipulangkan dari Myanmar, Tiba di Indonesia Malam Ini
PSS Sleman Hadapi Laga Hidup Mati Lawan Barito, Pieter Huistra: Ini Momen Krusial!
AC Milan Keok di Markas Bologna, Sempat Unggul tapi Gagal Pertahankan Kemenangan
DPR Desak Pemerintah Bertindak, Ribuan Karyawan Sritex Terancam PHK Jelang Lebaran
Krisis Demografi Jepang Makin Parah, Kelahiran Terus Turun Selama Sembilan Tahun Berturut-turut
SPBU Shell Diserbu, Antrean Panjang Jadi Pemandangan Baru Usai Isu BBM Oplosan