SPBU Shell Diserbu, Antrean Panjang Jadi Pemandangan Baru Usai Isu BBM Oplosan

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 28 Februari 2025 | 11:41 WIB
Shell SPBU (Photo : Disway)
Shell SPBU (Photo : Disway)

INSIBERNEWS – Sejumlah SPBU Shell di berbagai kota tiba-tiba dipenuhi antrean kendaraan yang mengular panjang. Fenomena ini terjadi setelah mencuatnya isu dugaan oplosan bahan bakar Pertamax yang ramai diperbincangkan publik.

Pengendara pun berbondong-bondong memilih SPBU Shell sebagai alternatif pengisian bahan bakar.

Baca Juga: Krisis Demografi Jepang Makin Parah, Kelahiran Terus Turun Selama Sembilan Tahun Berturut-turut

Pantauan di lapangan pada Jumat (28/2) menunjukkan kondisi antrean yang cukup panjang di beberapa SPBU Shell, termasuk di kawasan Cut Mutia, Kota Bekasi.

Barisan kendaraan bahkan meluber hingga ke luar area SPBU, menyebabkan sedikit kepadatan lalu lintas di sekitarnya.

Pemandangan serupa juga terlihat di SPBU Shell Pondok Cabe, Tangerang Selatan, serta beberapa lokasi lainnya di Jabodetabek.

Baca Juga: DPR Desak Pemerintah Bertindak, Ribuan Karyawan Sritex Terancam PHK Jelang Lebaran

Seorang pengendara yang ikut mengantre di SPBU Shell Cut Mutia mengungkapkan bahwa dirinya sudah sejak lama menggunakan BBM Shell, jauh sebelum ramainya isu dugaan oplosan Pertamax.

“Dulu di sini nggak pernah seramai ini, antreannya nggak sepanjang sekarang. Jujur kaget sih, ternyata imbas dari kasus itu bisa bikin Shell jadi pilihan banyak orang,” ujarnya.

Baca Juga: Hari Terakhir Kerja, 8.400 Karyawan Sritex Kena PHK, Perusahaan Tutup Total Awal Maret

Meningkatnya jumlah pengendara yang beralih ke SPBU Shell ini diduga berkaitan dengan kasus dugaan korupsi terkait impor Ron 92 (Pertamax).

Kejaksaan Agung bahkan telah menetapkan beberapa tersangka dalam perkara tersebut, termasuk pejabat Pertamina. Hal ini memicu spekulasi di masyarakat terkait kualitas BBM yang mereka gunakan sehari-hari.

Baca Juga: Hari Terakhir Kerja, 8.400 Karyawan Sritex Kena PHK, Perusahaan Tutup Total Awal Maret

Meski demikian, PT Pertamina (Persero) telah menegaskan bahwa BBM jenis Pertamax tetap sesuai dengan standar yang berlaku, memiliki nilai oktan 92, serta memenuhi seluruh parameter kualitas yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X