lifestyle

Bisa Berakibat Fatal! Ibu Hamil Sebaiknya Hindari 7 Aktivitas Ini

Senin, 11 Agustus 2025 | 20:35 WIB
Ilustrasi Ibu Hamil (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Kehamilan adalah momen penuh kebahagiaan, tapi juga membutuhkan perhatian ekstra terhadap kesehatan dan keselamatan ibu serta janin.

Setiap langkah, makanan, hingga aktivitas sehari-hari dapat mempengaruhi perkembangan si kecil dalam kandungan. Karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengetahui aktivitas apa saja yang sebaiknya dihindari demi mencegah risiko yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Tips dan Trik Menang Lomba Balap Karung di HUT RI, Biar Nggak Cuma Jadi Hiburan

Pertama, hindari mengangkat beban berat. Aktivitas ini bisa memberikan tekanan berlebih pada punggung dan perut, meningkatkan risiko cedera, bahkan memicu kontraksi dini. Meski terasa sanggup, perubahan tubuh selama hamil membuat otot dan persendian lebih rentan cedera.

Kedua, olahraga ekstrem seperti lari jarak jauh, angkat beban intens, atau senam high-impact juga tidak disarankan. Pilihlah olahraga yang lebih aman seperti jalan santai, yoga khusus ibu hamil, atau berenang dengan intensitas ringan.

Baca Juga: Ini dia! Lomba 17-an yang Nggak Lekang oleh Waktu, Selalu Bikin Meriah Tiap Agustusan, Apa Saja?

Ketiga, mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang adalah larangan penting. Makanan seperti sushi mentah, daging setengah matang, atau telur setengah matang berisiko membawa bakteri dan parasit berbahaya yang dapat membahayakan janin.

Keempat, hindari paparan bahan kimia berbahaya. Membersihkan rumah dengan pembersih keras tanpa pelindung, menghirup asap cat, atau menggunakan pestisida dapat memberikan dampak negatif pada perkembangan janin. Selalu gunakan sarung tangan, masker, dan pastikan ruangan berventilasi baik.

Baca Juga: Miris! Standar Cantik Korea Dorong Remaja ke Jurang Anoreksia

Kelima, duduk atau berdiri terlalu lama juga patut diwaspadai. Posisi yang sama dalam waktu lama bisa menghambat sirkulasi darah dan menyebabkan pembengkakan kaki. Usahakan untuk bergerak atau mengubah posisi setiap 30–60 menit.

Keenam, mengendarai motor jarak jauh atau di jalan yang buruk dapat membahayakan karena getaran dan risiko kecelakaan. Bila terpaksa bepergian, pilih kendaraan yang lebih nyaman dan aman, serta hindari perjalanan panjang sendirian.

Baca Juga: Pengguna QRIS Tembus 57 Juta, 39,9 Juta di Antaranya UMKM: Bukti Makin Melek Digital

Terakhir, aktivitas berisiko tinggi seperti wahana ekstrem di taman hiburan, olahraga air arus deras, atau mendaki gunung sebaiknya ditunda sampai setelah melahirkan. Keselamatan ibu dan janin adalah prioritas utama.

Menjaga kehamilan bukan berarti harus berhenti beraktivitas sama sekali, tapi memilih aktivitas yang aman dan sehat. Konsultasikan setiap kebiasaan baru atau rencana perjalanan dengan tenaga medis agar kehamilan tetap aman dan menyenangkan hingga persalinan tiba.

Tags

Terkini