INSIBERNEWS – Tahukah Moms? Tidur bukan hanya soal istirahat, tapi juga kunci penting bagi tumbuh kembang optimal anak.
Menurut dr. Yuni Astria, Sp.A, kebutuhan tidur anak berbeda-beda tergantung usia dan punya fungsi yang tak bisa digantikan oleh aktivitas lain.
Baca Juga: Melamun pada Anak Bukan Tanda Malas, Justru Bisa Jadi Bibit Kreativitas dan Empati
Durasi Tidur Ideal Sesuai Usia Anak:
- Bayi baru lahir (0–1 bulan): 16–20 jam per hari, terbagi dalam beberapa sesi siang dan malam.
- Anak usia 6–11 tahun: Disarankan tidur selama 10–11 jam per hari.
- Di atas 12 tahun: Kebutuhan tidur menurun, namun idealnya tetap 9 jam per hari.
Seiring bertambahnya usia, tidur anak akan bergeser dari fase REM (Rapid Eye Movement) yang dominan di masa bayi, ke fase non-REM yang lebih mendalam dan restoratif di usia 3 tahun ke atas.
Baca Juga: Waspadai Gejala Awal Neurofibromatosis Tipe 1 pada Anak: Kenali Sebelum Terlambat
Fungsi Tidur Malam dan Siang: Apa Bedanya?
- Tidur malam: Merupakan waktu penting untuk proses pemulihan tubuh, penguatan sistem imun, penyimpanan memori, metabolisme, hingga sekresi hormon pertumbuhan—semuanya berlangsung maksimal di fase tidur dalam.
- Tidur siang: Bertujuan mengistirahatkan tubuh dari kelelahan dan “membayar utang tidur” bila waktu tidur malam kurang, khususnya bagi anak yang memiliki aktivitas padat di pagi hari seperti sekolah.
Baca Juga: Suami Mual Saat Istri Hamil? Kenali Gejala dan Penyebab Couvade Syndrome
Bagaimana Jika Anak Sedang Sakit dan Tidurnya Terganggu?
Tenang Moms, menurut dr. Yuni, gangguan tidur sementara akibat sakit tidak secara langsung menghambat pertumbuhan.
Pertumbuhan anak juga dipengaruhi oleh banyak faktor lain seperti nutrisi, frekuensi sakit/infeksi, serta lingkungan.
Intinya, bantu anak menjaga kualitas tidur secara konsisten, baik di malam maupun siang hari, sebagai bagian dari rutinitas sehat untuk tumbuh kembang yang optimal.