2. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang
Hindari makanan berlemak tinggi dan gorengan. Sebaliknya, perbanyak makanan yang kaya protein, serat, dan vitamin seperti telur, ikan, sayuran hijau, dan buah-buahan.
3. Pilih Karbohidrat Kompleks Saat Sahur
Makanan seperti oatmeal, nasi merah, dan roti gandum bisa membantu memberi energi lebih lama dan mencegah rasa lapar berlebihan.
4. Istirahat yang Cukup
Kurang tidur bisa memperburuk kondisi tubuh dan mengurangi produksi ASI. Manfaatkan waktu tidur siang jika memungkinkan.
5. Kurangi Aktivitas Berat
Hindari aktivitas fisik yang terlalu menguras energi agar tubuh tetap bugar selama puasa.
Baca Juga: 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaik Maret 2025, Cocok untuk Gaming dan Fotografi!
6. Pantau Kondisi Bayi Secara Rutin
Jika bayi menunjukkan tanda-tanda dehidrasi atau kurang ASI, seperti kurang pipis, mulut kering, atau rewel berlebihan, pertimbangkan untuk membatalkan puasa.
Alternatif Jika Tidak Mampu Berpuasa
Jika ibu merasa tidak mampu berpuasa, Islam memberikan keringanan berupa fidyah, yaitu memberi makan fakir miskin sebagai pengganti puasa yang ditinggalkan.
Pilihan ini bisa diambil agar ibu tetap bisa menjalankan kewajiban agama tanpa mengorbankan kesehatan diri sendiri dan bayi.
Ibu menyusui boleh berpuasa selama kondisi fisik dan produksi ASI tetap terjaga.
Dengan memenuhi syarat dan mengikuti tips di atas, ibu bisa menjalankan ibadah puasa dengan aman. Namun, jika kesehatan ibu dan bayi terganggu, sebaiknya mempertimbangkan keringanan yang diberikan oleh agama.
Semoga artikel ini membantu para ibu menyusui dalam menentukan keputusan terbaik selama Ramadan!(**)