Misalnya, memberikan makanan yang terlalu encer terus-menerus dapat membuat bayi kesulitan belajar mengunyah, sedangkan makanan yang terlalu kasar bisa menyebabkan tersedak.
Solusi:
-
Mulai dengan makanan yang dihaluskan (puree) pada awal MPASI, lalu secara bertahap tingkatkan teksturnya menjadi makanan yang lebih padat.
-
Perhatikan reaksi bayi terhadap makanan dan sesuaikan teksturnya sesuai dengan kemampuannya.
Baca Juga: Ilmuwan Yale Identifikasi Sindrom Pasca-Vaksinasi (PVS) Terkait Vaksin COVID-19, Perlu Penelitian Lebih Lanjut
3. Tidak Memperkenalkan Variasi Makanan Sejak Dini
Bayi perlu dikenalkan dengan berbagai macam rasa dan tekstur sejak dini untuk menghindari kebiasaan pilih-pilih makanan (picky eater) di kemudian hari.
Memberikan makanan yang monoton atau hanya satu jenis bahan makanan bisa menyebabkan defisiensi nutrisi dan membuat bayi kurang tertarik pada makanan.
Solusi:
-
Perkenalkan berbagai jenis makanan sehat, termasuk sayur, buah, sumber protein, dan karbohidrat sejak awal MPASI.
-
Jangan ragu untuk mencoba makanan baru, meskipun bayi menolak pada awalnya. Biasanya, bayi butuh 8-10 kali percobaan sebelum menerima makanan baru.
4. Menambahkan Garam dan Gula pada MPASI
Banyak orang tua berpikir bahwa menambahkan garam dan gula akan membuat makanan lebih enak untuk bayi.
Padahal, ginjal bayi belum cukup matang untuk memproses garam dalam jumlah banyak, dan konsumsi gula yang berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas serta masalah kesehatan lainnya.
Solusi:
-
Hindari menambahkan garam dan gula pada MPASI bayi, terutama dalam 1 tahun pertama.
-
Gunakan bahan alami untuk menambah rasa makanan, seperti bawang putih, bawang bombay, atau rempah-rempah ringan.
5. Memberikan MPASI dalam Jumlah yang Terlalu Banyak atau Terlalu Sedikit
Kesalahan terakhir yang sering terjadi adalah memberikan MPASI dalam porsi yang tidak sesuai.
Memberikan terlalu sedikit makanan bisa menyebabkan bayi kekurangan nutrisi, sedangkan memberikan terlalu banyak makanan bisa membuat bayi merasa tidak nyaman dan berisiko mengalami obesitas.
Baca Juga: Kades Kohod Penuhi Panggilan Bareskrim, Diperiksa Terkait Dugaan Pemalsuan Sertifikat Tanah