INSIBERNEWS - Doom spending, atau kebiasaan belanja impulsif tanpa pertimbangan matang, sering kali terjadi pada orang yang berada dalam kondisi keuangan yang belum stabil.
Meskipun tampaknya merupakan perilaku yang tidak terkontrol, doom spending sering kali merupakan respons terhadap kecemasan atau ketidakpastian finansial.
Bagi banyak orang, terutama yang belum memiliki kestabilan finansial, pengeluaran impulsif ini justru memperburuk keadaan keuangan mereka.
Baca Juga: Vonis Bebas Guru Honorer Supriyani Bertepatan dengan Hari Guru: Kisah Pilu Berakhir Manis
Orang yang keuangannya belum stabil sering merasa cemas tentang masa depan mereka, baik itu mengenai pekerjaan, utang, atau kondisi ekonomi yang tidak pasti.
Untuk mengatasi kecemasan ini, mereka mungkin terjebak dalam perilaku belanja impulsif sebagai bentuk pelarian.
Membeli barang atau pengalaman yang memberikan kepuasan sesaat dapat memberikan rasa lega sementara, namun dalam jangka panjang, kebiasaan ini justru semakin memperburuk kondisi keuangan mereka.
Baca Juga: Kemnaker Siapkan Unit Khusus Tangani Pekerja Penyandang Disabilitas dan Tenaga Kerja Khusus
Doom spending juga sering kali dipicu oleh budaya konsumerisme yang berkembang di media sosial dan kehidupan sehari-hari.
Orang yang belum memiliki cukup tabungan atau sumber daya sering kali merasa tertekan untuk membeli barang-barang tertentu agar dapat menyamai orang lain yang memiliki gaya hidup lebih mewah.
Perasaan takut tertinggal (FOMO) atau ingin dipandang sukses dapat mendorong mereka untuk menghabiskan uang demi membeli barang-barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan.
Baca Juga: Presiden Filipina Tegaskan Ancaman Sara Duterte Tindakan Kriminal, Soroti Pentingnya Supremasi Hukum
Dampak doom spending bagi orang dengan keuangan belum stabil sangat besar. Kebiasaan belanja yang tidak terkendali ini dapat menyebabkan peningkatan utang, terutama utang kartu kredit, yang sulit untuk dilunasi.
Artikel Terkait
Paslon Jimat-Aku Libatkan Gen Z dalam Proses Pilkada Subang, Tren Baru Dalam Dinamika Politik Lokal
Gen Z Sulit Dapat Kerja? Begini Solusi Dari Para Cawagub DKI Jakarta
Siapa Paling Peduli Kesehatan Mental Gen-Z? Ini Jawaban Para Cawagub Jabar yang Bikin Penasaran!
Alasan Millennial dan Gen Z Susah Kaya Ternyata Karena Doom Spending, Apa Itu?
Milenial dan Gen Z Perlu Tahu! Inilah Pengaruh Sosial Media Terhadap Doom Spending yang Merugikan