Alasan Millennial dan Gen Z Susah Kaya Ternyata Karena Doom Spending, Apa Itu?

Photo Author
Awit Wiarni, Insibernews
- Senin, 25 November 2024 | 21:11 WIB
Doom spending menjadi alasan kenapa millennial dan gen Z sulit untuk dapat kaya (Instagram @finfolkmoney)
Doom spending menjadi alasan kenapa millennial dan gen Z sulit untuk dapat kaya (Instagram @finfolkmoney)

INSIBERNEWS - Generasi millennial dan Gen Z, meskipun sering disebut sebagai generasi yang cerdas teknologi, ternyata menghadapi tantangan besar dalam mencapai kestabilan finansial.

Salah satu masalah utama yang menghalangi generasi millennial dan Gen Z untuk kaya adalah kebiasaan belanja impulsif yang dikenal dengan istilah doom spending.

Kebiasaan ini merujuk pada pengeluaran yang dilakukan tanpa pertimbangan matang, sering kali dipicu oleh rasa cemas, ketidakpastian masa depan, atau sekadar ingin mengikuti tren.

Baca Juga: Vonis Bebas Guru Honorer Supriyani Bertepatan dengan Hari Guru: Kisah Pilu Berakhir Manis

Doom spending merupakan perilaku belanja yang dilakukan dengan mengabaikan konsekuensi jangka panjang.

Sering kali, seseorang membeli barang atau jasa secara impulsif tanpa mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau sesuai dengan anggaran.

Dalam banyak kasus, kebiasaan ini didorong oleh perasaan tidak pasti tentang masa depan, seperti kekhawatiran mengenai pekerjaan, utang, atau kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Baca Juga: Kemnaker Siapkan Unit Khusus Tangani Pekerja Penyandang Disabilitas dan Tenaga Kerja Khusus

Akibatnya, alih-alih menabung atau berinvestasi untuk masa depan, mereka lebih memilih untuk menghabiskan uang demi memenuhi keinginan sesaat.

Salah satu pemicu utama doom spending adalah tekanan sosial yang disebabkan oleh media sosial.

Di platform seperti Instagram dan TikTok, banyak orang memamerkan gaya hidup mewah dan barang-barang mahal.

Baca Juga: Presiden Filipina Tegaskan Ancaman Sara Duterte Tindakan Kriminal, Soroti Pentingnya Supremasi Hukum

Hal ini menciptakan perasaan bahwa untuk dianggap sukses atau bahagia, seseorang harus memiliki barang-barang yang sama.

Millennial dan Gen Z sering merasa tertekan untuk membeli barang-barang tersebut meskipun tidak mampu, hanya untuk menjaga citra diri atau agar tidak ketinggalan zaman.

Halaman:

Editor: Awit Wiarni

Sumber: Instagram

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X