Mengenal Apa Itu Tapping Therapy? Terapi Sederhana yang Bantu Atasi Tekanan Emosional

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Minggu, 3 November 2024 | 09:05 WIB
Ilustrasi orang yang sedang melakukan tapping therapy  (Healthline)
Ilustrasi orang yang sedang melakukan tapping therapy (Healthline)

INSIBERNEWS - Tapping Therapy merupakan sebuah terapi yang dilakukan dengan mengetuk-ngetuk tubuh untuk atasi tekanan emosional.

Merupakan terapi alternatif yang umum digunakan, Emotional freedom therapy (EFT) dapat mengatasi tekanan emosional, salah satunya dengan mengetuk-ngetuk bagian bagian tubuh tertentu menggunakan jari.

Mengadopsi dari konsep terapi akupuntur, tapping therapy pertama kali dikembangkan pada 1970-1980an.

Baca Juga: Jalani Banyak Operasi Demi Jadi Cantik, Lucinta Luna Akui Bencong Sejak Kecil

Dalam pengobatan tradisional China, ada 12 meridian utama yang dikaitkan dengan organ dalam tubuh. Tapping therapy memanfaatkan 9 titik dari 12 meridian utama.

Selain dapat membantu mengatasi kecemasan, dalam beberapa studi yang berbeda, tapping therapy diketahui membantu kurangi gejala depresi dan juga masalah food craving.

Adapun, saat ingin melakukan tapping therapy, ada 5 langkah yang dapat dilakukan:

Baca Juga: 10 Tanda Kamu Sudah Move On Sepenuhnya dari Mantan, Sudahkah Kamu Merasakannya?

  1. Identifikasi emosi yang dirasa
  2. Cek intensitas, gunakan skala 1-10. Semakin intens emosi yang dirasa, semakin besar angkanya
  3. Tanamkan kalimat sugesti positif
  4. Mulai ketuk bagian tubuh tertentu
  5. Cek kembali intensitas emosi yang dirasa

Kemudian, dari 12 meridian utama, ada 9 titik yang dapat diketuk saat melakukan terapi, diantaranya adalah:

  • Sisi telapak tangan yang sejajar dengan kelingking
  • Puncak kepala
  • Alis
  • Ujung mata bagian luar
  • Bawah mata
  • Bawah hidung
  • Dagu
  • Tulang selangka
  • Area bawah ketiak

Baca Juga: Waspada! Kutu Kasur Bisa Bikin Kulit Bermasalah dan Tidur Tak Nyenyak: Ini Tips Ampuh Mengatasinya!

Namun, meskipun dampak positif dari tapping therapy ini telah ditunjukkan dalam beberapa studi, tetap disarankan oleh para peneliti agar tetap berkonsultasi dengan ahli untuk kemungkinan gejala yang makin memburuk.

Editor: Cristina Jeany Malonda

Sumber: X @TMIHARINI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X