Sumber Alami Vitamin D: Makanan dan Cara Mendapatkan dari Sinar Matahari

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Senin, 9 September 2024 | 17:11 WIB
Foto Ilustrasi  (Freepik)
Foto Ilustrasi (Freepik)

INSIBERNEWS - Vitamin D adalah nutrisi penting yang mendukung kesehatan tulang, sistem kekebalan tubuh, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Selain suplemen, kamu bisa mendapatkan Vitamin D dari sumber alami, yaitu makanan dan sinar matahari.

Mari kita ulas berbagai sumber alami Vitamin D dan cara terbaik untuk memanfaatkannya.

 Baca Juga: Apa Itu Vitamin D? Vitamin untuk Kesehatan Tulang dan Imun

Sumber Makanan Kaya Vitamin D

  1. Ikan Berlemak
    Ikan berlemak seperti salmon, makarel, dan sarden adalah salah satu sumber makanan terbaik untuk Vitamin D. 100 gram salmon mengandung sekitar 570 IU Vitamin D, yang cukup tinggi dan sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan harian kamu.
  2. Minyak Cod Liver
    Minyak hati ikan cod adalah suplemen yang kaya Vitamin D. Satu sendok teh minyak hati ikan cod bisa memberikan sekitar 450 IU Vitamin D, yang lebih dari cukup untuk kebutuhan harian.
  3. Jamur
    Jenis jamur seperti jamur shiitake dan maitake, mengandung Vitamin D, terutama jika mereka terpapar sinar UV saat tumbuh. 100 gram jamur maitake yang terpapar sinar UV mengandung sekitar 800 IU Vitamin D.

 Baca Juga: Ayo Kenali Ciri-Ciri Kandungan Di Rahim Kamu Kuat dan Sehat!

  1. Susu & Yogurt
    Banyak produk susu, seperti susu sapi dan yogurt, diperkaya dengan Vitamin D. Biasanya, satu cangkir susu sapi yang diperkaya mengandung sekitar 100 IU Vitamin D.
  2. Telur
    Kuning telur mengandung Vitamin D, meskipun dalam jumlah yang lebih kecil. Satu kuning telur mengandung sekitar 40 IU Vitamin D.
  3. Sereal dan Oatmeal
    Beberapa jenis sereal dan oatmeal diperkaya dengan Vitamin D. Saat memilih sereal atau oatmeal, penting untuk membaca label nutrisi di kemasan untuk memastikan kandungan Vitamin D.

 Baca Juga: Quishing: Ancaman Siber yang Mengintai di Balik Kode QR

Cara Mendapatkan Paparan Sinar Matahari yang Cukup

  1. Waktu Terbaik untuk Berjemur
    Paparan sinar matahari langsung pada kulit selama 10-30 menit beberapa kali seminggu sudah cukup untuk memproduksi Vitamin D. Waktu terbaik untuk berjemur adalah saat matahari berada di puncaknya, antara pukul 10 pagi hingga 3 sore, karena sinar UVB yang dibutuhkan untuk sintesis Vitamin D paling kuat pada waktu ini.
  1. Area Kulit yang Terpapar
    Untuk sintesis Vitamin D yang optimal, pastikan area kulit yang lebih besar terpapar sinar matahari, seperti lengan dan kaki.

 Baca Juga: Gadis Penjual Gorengan Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Tewas di Hutan

  1. Kondisi Cuaca dan Lokasi Geografis
    Cuaca dan lokasi geografis bisa memengaruhi kemampuan tubuh untuk memproduksi Vitamin D. Di daerah yang memiliki musim dingin atau iklim yang sering mendung, kamu mungkin perlu lebih banyak waktu di luar ruangan atau mempertimbangkan sumber makanan dan suplemen tambahan.
  1. Kulit Gelap dan Usia
    Jika kamu memiliki kulit gelap atau sudah berusia lebih tua, tubuh mungkin memproduksi Vitamin D dengan lebih lambat.

Kamu mungkin perlu lebih banyak paparan sinar matahari atau sumber makanan Vitamin D yang lebih tinggi.

 Baca Juga: 7 Aksesoris Motor yang Bikin Riding Makin Keren dan Nyaman! Wajib Rider Miliki!

Kesimpulan

Mendapatkan cukup Vitamin D melalui sumber alami adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan.

Dengan memasukkan makanan kaya Vitamin D ke dalam diet kamu dan memanfaatkan paparan sinar matahari dengan bijak, kamu bisa mendukung kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X