Hanya Mitos! Ini Makanan Yang Sebenarnya Boleh Dikonsumsi Ibu Hamil

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 27 Juli 2024 | 09:00 WIB
Ilustrasi Ibu Hamil (foto: Istimewa)
Ilustrasi Ibu Hamil (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Saat masa kehamilan terkadang sang Ibu banyak mendapat larangan atau pantangan, tak terkecuali soal makanan.

Namun tak semua larangan atau pantangan yang beredar itu benar loh, ada beberapa diantaranya yang hanya mitos belaka.

  • Konsumsi kacang saat hamil buat anak alergi

Merupakan sumber protein nabati, lemak dan juga beberapa vitamin serta mineral. Konsumsi kacang tanah selama kehamilan jika tidak menyebabkan masalah, dapat menyeimbangkan kebutuhan nutrisi.

Baca Juga: Patah Hati? Ini 4 Kegiatan Yang Bisa Kamu Lakukan Untuk Bangkit Dari Kesedihan!

Sementara alergi sendiri merupakan kondisi kesehatan yang diturunkan oleh genetik orang tua. Jika tidak ada riwayat alergi dalam keluarga maka kecil kemungkinan anak untuk memiliki alergi.

  • Jeruk buat bayi kuning

Bayi dapat mengalami kuning, jika dua sampai tiga hari lahir fungsi hati bayi masih belum sempurna dan produksi bilirubin meningkat. Menjadi hal yang wajar terjadi, dan bukan disebabkan oleh konsumsi jeruk yang berlebihan.

Baca Juga: Menakjubkan! Uniform Indonesia Siap Melenggang Cantik di Opening Ceremony Paris Olympic 2024!

Merupakan sumber serat dan vitamin C, jeruk justru baik dikonsumsi Ibu hamil sebab dapat bantu kurangi konstipasi pada trimester ketiga.

  • Kopi sebabkan tanda lahir pada bayi

Dunia medis menyebutnya Cafe Au Lait, atau tanda lahir berwarna kecoklatan ini kemunculannya lebih terkait pada pengaruh genetik ras tertentu.

Munculnya tanda lahir ataupun tompel pada anak, tidak ada hubungannya dengan minum kopi.

Baca Juga: Kaya Antioksidan, Ketahui Manfaat Tomat Bagi Wajah

  • Sambal buat bayi botak

Ketebalan rambut bayi bergantung dari lebat tidaknya rambut orang tua. Cabai dan rambut bayi tidak ada kaitan.

Ibu hamil memang tidak disarankan untuk makan sambal terlalu banyak sebab dapat buat iritasi saluran cerna dan menyebabkan terjadinya diare.

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X