Sedang Patah Hati? Bisa Berikan Efek Samping Buruk Bagi Tubuh Lho!

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 24 Juli 2024 | 09:00 WIB
Ilustrasi patah hati (foto: Istimewa)
Ilustrasi patah hati (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Putus cinta atau patah hati bukanlah suatu hal yang mudah untuk diabaikan. Tak cuma menimbulkan sedih tapi bisa berikan efek pada kesehatan mental dan fisik.

Orang-orang yang patah hati atau sakit hati mungkin akan mengalami sedih berkepanjangan. Hal itu tentu saja bisa berdampak buruk bagi tubuh, seperti berikut.

Ketika patah hati hormon kortisol akan alami peningkatan. Selain stres, hormon kortisol yang berlebih juga dapat sebabkan peningkatan berat badan atau obesitas.

Baca Juga: Selamat! Clairine Clay Melahirkan Anak Pertama, Joshua Suherman Resmi Jadi Ayah

Banyak orang menyalurkan rasa sedihnya dengan makanan, sehingga terjadinya obesitas selama fase patah hati.

Jika dibiarkan, hal itu bisa menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius, seperti serangan jantung, hipertensi, hingga stroke.

  • Sindrom patah hati

Broken heart syndrome (BHS) merupakan gangguan jantung sementara yang terjadi ketika seseorang mengalami emosi atau situasi yang sangat intens.

BHS yang ditandai dengan nyeri dada, sesak napas, dan jantung berdebar ini memang bisa dipicu oleh peningkatan hormon stres yang kerap terjadi selama patah hati.

Baca Juga: Serupa Tapi Beda Loh! Ini Perbedaan Matcha dan Green Tea

  • Rambut rontok dan jerawat

Jerawat dan rambut rontok lebih sering terjadi selama patah hati. Hal ini diakibatkan oleh stres berlebihan yang dirasakan.

Kondisi ini akan mereda seiring dengan munculnya kemampuan dalam mengatasi patah hati.

  • Gangguan tidur

Akibat putus cinta selanjutnya yaitu gangguan tidur. Hal ini karena peningkatan hormon kortisol akan membuat tidur menjadi tidak nyenyak.

Baca Juga: Berburu Koleksi Menggemaskan Yang Sedang Hype Di Pop Mart Gandaria City!

Usahakan untuk tetap memenuhi kebutuhan tidur meskipun sulit, sebab tidur yang cukup merupakan salah satu cara kurangi stres.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X