INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan keputusan mengejutkan dengan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu pada Selasa (21/4/2026).
Keputusan ini disampaikan hanya beberapa jam sebelum masa berlaku kesepakatan sementara tersebut berakhir.
Langkah ini disebut sebagai upaya membuka ruang diplomasi lanjutan di tengah konflik yang telah berlangsung selama tujuh pekan. Perang tersebut tidak hanya menelan ribuan korban jiwa, tetapi juga mengguncang stabilitas ekonomi global.
Baca Juga: Siswa SD Jatuh dari Gedung 3 Lantai di Bali, Kondisi Korban dan Kejanggalannya Terungkap
Menurut pernyataan resmi, keputusan ini diambil setelah adanya permintaan dari Pakistan, yang berperan sebagai mediator dalam proses negosiasi damai.
Pemerintah Pakistan mengusulkan agar serangan terhadap Iran ditunda sementara waktu guna memberi kesempatan bagi penyusunan proposal perdamaian yang lebih komprehensif.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyampaikan apresiasi atas langkah tersebut. Ia berharap kedua pihak dapat memanfaatkan momentum ini untuk melanjutkan dialog damai, yang direncanakan berlangsung di Islamabad.
Baca Juga: Prancis Bantu Lebanon Negosiasi dengan Israel, Emmanuel Macron Siapkan Dukungan Penuh
Namun demikian, jadwal pasti perundingan lanjutan masih belum diumumkan.
Meski demikian, laporan dari Reuters menyebutkan bahwa keputusan Trump terkesan sepihak. Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah Iran maupun sekutu utama AS, Israel, akan menyetujui perpanjangan tersebut.
Di sisi lain, Trump menegaskan bahwa blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan Iran tetap akan diberlakukan. Kebijakan ini sebelumnya telah menuai kritik keras dari Teheran yang menganggapnya sebagai bentuk agresi militer.
Baca Juga: Uya Kuya Buka Sayembara Ungkap Penyebar Hoaks 750 Dapur MBG, Siapkan Hadiah Tunai
Iran Tunjukkan Sikap Skeptis
Dari pihak Iran, belum ada pernyataan resmi dari pemimpin tertinggi negara. Namun, kantor berita Tasnim yang dekat dengan Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa Teheran tidak pernah mengajukan permintaan perpanjangan gencatan senjata.
Bahkan, Iran memperingatkan akan memberikan respons tegas terhadap blokade yang dilakukan AS.
Artikel Terkait
RI Gandeng Polandia, Kerja Sama Pertanian Didorong untuk Hadapi Ancaman Pangan Global
Siswa SD Jatuh dari Gedung 3 Lantai di Bali, Kondisi Korban dan Kejanggalannya Terungkap
Uya Kuya Buka Sayembara Ungkap Penyebar Hoaks 750 Dapur MBG, Siapkan Hadiah Tunai
Prancis Bantu Lebanon Negosiasi dengan Israel, Emmanuel Macron Siapkan Dukungan Penuh