Sering Sembelit? Itu Bisa Jadi Tanda Kanker Kolon Mengintai Tubuhmu Diam-Diam!

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 23 Juli 2025 | 18:41 WIB
Waspada kanker kolon! Makanan ini dapat picu penyakit mematikan ditubuhmu! (Istimewa)
Waspada kanker kolon! Makanan ini dapat picu penyakit mematikan ditubuhmu! (Istimewa)



INSIBERNEWSKanker kolon atau kanker usus besar merupakan salah satu jenis kanker paling mematikan di dunia.

Penyakit ini berkembang di bagian usus besar dan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga banyak pasien baru menyadari ketika kondisinya sudah parah.

Di Korea Selatan sendiri, angka penderita kanker kolon terus meningkat, salah satunya karena perubahan pola makan dan gaya hidup masyarakat modern.

Baca Juga: Jatuh usai Tergelincir, Dua Pengendara Motor Meninggal Dunia Terlindas Truk

Profesor Park Gyuju, seorang ahli kanker kolon dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, memaparkan bahwa ada dua faktor utama yang memicu berkembangnya kanker kolon: pola makan yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik.

"Dalam pengalaman saya selama 30 tahun menangani kanker kolon, penyebab paling umum yang saya temukan adalah pola makan modern yang didominasi makanan instan atau ultra processed food," ujar Park.

Ia menjelaskan bahwa makanan jenis tersebut tidak mengandung cukup serat untuk membantu pembentukan feses yang sehat di usus.

Baca Juga: 'Saya Sudah Jadi Perempuan' Pengakuan Mengejutkan Oscar Lawalata di Podcast Grace Tahir

"Saat kita terus-menerus mengonsumsi makanan instan, buang air besar menjadi tidak lancar karena feses tidak terbentuk dengan baik," tambahnya.

Ketika seseorang mengalami sembelit, feses yang menumpuk di usus dapat menyebabkan iritasi. Lebih dari itu, zat-zat berbahaya seperti karsinogen, zat penyebab kanker, akan tertahan lebih lama di usus.

"Zat karsinogenik ini bisa menumpuk dan memicu pertumbuhan sel kanker karena usus tidak bergerak aktif," terang Profesor Park.

Baca Juga: Dianggap Mengganggu dan Diharamkan, Sound Horeg Justru Mau Dilombakan Bupati Blitar?

Untuk mencegah risiko tersebut, Park menyarankan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi buah dan sayur.

"Buah dan sayur tinggi serat akan membantu pembentukan feses dan mempercepat pembuangan zat berbahaya dari tubuh," jelasnya.

Selain itu, orang dengan kondisi medis seperti diabetes dan hipertensi juga memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker kolon. Oleh karena itu, Profesor Park menekankan pentingnya olahraga rutin.

Baca Juga: Berawal dari Dapur Rumah Hingga Tembus Pasar Global, Usaha Sambal Ini Tumbuh Lewat Pemberdayaan BRI

"Aktivitas fisik dapat menstimulasi pergerakan usus dan mendukung proses detoksifikasi alami tubuh," katanya.

Dengan meningkatnya konsumsi makanan cepat saji dan menurunnya aktivitas fisik masyarakat modern, kesadaran terhadap pola hidup sehat menjadi sangat penting.

Pemeriksaan dini juga disarankan terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kanker kolon.

Baca Juga: Setelah Skandal dengan Syahnaz, Rendy Kjaernett Kembali Diterpa Isu Perselingkuhan

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X