INSIBERNEWS - Kehamilan adalah momen penting yang penuh harapan, tetapi juga menuntut kewaspadaan ekstra, terutama dalam menjaga kesehatan ibu dan janin. Salah satu hal yang sering kali kurang disadari adalah adanya penyakit infeksi yang bisa menular dari ibu ke bayi sejak dalam kandungan.
Penularan ini bisa terjadi melalui plasenta, darah, atau cairan ketuban, dan berisiko memengaruhi tumbuh kembang janin. Berikut tiga penyakit yang perlu diwaspadai karena rentan menular ke janin.
Baca Juga: Sebenernya Apa Itu KB Vasektomi, Apakah Berbahaya?
1. Toksoplasmosis
Penyakit ini disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii, yang biasanya menyebar lewat makanan mentah atau kotoran kucing. Bila infeksi terjadi saat hamil, parasit bisa menembus plasenta dan menginfeksi janin. Dampaknya bisa serius, mulai dari kerusakan otak, gangguan penglihatan, hingga keguguran.
Ibu hamil disarankan untuk menghindari konsumsi daging setengah matang serta berhati-hati saat membersihkan kotoran hewan peliharaan.
Baca Juga: Kulit Belang Terpapar Sinar Matahari? Ini Solusi Alami dan Praktis yang Bisa Dicoba!
2. Rubella (Campak Jerman)
Rubella adalah infeksi virus ringan bagi orang dewasa, tetapi sangat berbahaya bagi janin bila ibu terinfeksi di trimester pertama. Virus ini bisa menyebabkan cacat bawaan serius seperti tuli, kelainan jantung, dan keterlambatan perkembangan.
Oleh karena itu, penting bagi wanita yang berencana hamil untuk memastikan sudah mendapatkan vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) sebelum program kehamilan dimulai.
Baca Juga: Cegah Rabies dan Ledakan Populasi, Ratusan Kucing dan Anjing di Jakbar Disterilisasi
3. HIV (Human Immunodeficiency Virus)
HIV dapat ditularkan dari ibu ke bayi selama kehamilan, persalinan, maupun menyusui. Meski begitu, dengan penanganan medis yang tepat seperti terapi antiretroviral (ARV) dan proses persalinan yang diawasi, risiko penularan bisa ditekan hingga sangat rendah.
Deteksi dini sangat penting agar ibu dengan HIV tetap bisa menjalani kehamilan sehat dan melahirkan bayi yang bebas dari virus.
Baca Juga: Cara Dewasa Mengelola Konflik Sosial: Kunci Relasi yang Sehat dan Tahan Lama
Untuk melindungi janin dari risiko penyakit menular ini, ibu hamil disarankan rutin memeriksakan diri ke dokter, menjalani tes kesehatan yang direkomendasikan, dan menjaga pola hidup sehat. Pencegahan jauh lebih mudah dan efektif daripada mengobati dampak jangka panjangnya.
Artikel Terkait
Menapa Ada Orang Lahir dengan 6 Jari Kaki? Ini Penyebabnya Secara Medis
Redakan Radang Amandel dengan Obat Herbal Alami Ini, Sudah Pernah Coba?
Fakta di Balik Tanda Lahir: Apakah Benar Ada dan Apa Maknanya?
Menghindari Gaslighting dalam Hubungan Pribadi dan Profesional: Menjaga Kesehatan Mental dan Integritas Diri
Etika Berkomunikasi di Era Digital: Menjaga Sopan Santun di Ruang Maya
Cara Dewasa Mengelola Konflik Sosial: Kunci Relasi yang Sehat dan Tahan Lama
Segera Hadir di Indonesia, Xiaomi TV A Pro Series 2026 Tawarkan Smart Living dan Pengalaman Menonton Imersif!
Cegah Rabies dan Ledakan Populasi, Ratusan Kucing dan Anjing di Jakbar Disterilisasi
Kulit Belang Terpapar Sinar Matahari? Ini Solusi Alami dan Praktis yang Bisa Dicoba!
Sebenernya Apa Itu KB Vasektomi, Apakah Berbahaya?