Mom Waspada! 5 Hal Ini Bisa Picu Anak Mengalami Autisme Virtual, Jangan Diabaikan

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Kamis, 17 April 2025 | 08:04 WIB
5 Hal Ini Bisa Picu Anak Mengalami Autisme Virtual (Foto : istimewa)
5 Hal Ini Bisa Picu Anak Mengalami Autisme Virtual (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS - Di era digital seperti sekarang, paparan gadget pada anak-anak semakin sulit dihindari. Namun, para orang tua—terutama para mom—perlu waspada terhadap dampaknya.

Salah satu kondisi yang kini semakin sering dibahas adalah autisme virtual, yaitu gejala mirip autisme yang dipicu oleh penggunaan gadget secara berlebihan.

Meski belum termasuk dalam kategori autisme klinis, kondisi ini nyata dan bisa memengaruhi tumbuh kembang anak, terutama di usia emas.

Baca Juga: Meta Hadapi Sidang Besar, Instagram dan WhatsApp Terancam Dipisah

Pertama, paparan layar terlalu dini bisa berdampak buruk. Banyak orang tua memberikan gadget kepada anak usia di bawah dua tahun untuk menenangkan mereka.

Padahal, di usia tersebut otak anak sedang berkembang pesat dan butuh stimulasi dari interaksi nyata, bukan layar. Interaksi digital yang pasif bisa menghambat kemampuan bicara, sosial, bahkan empati anak.

Baca Juga: Hadiri Halalbihalal, Bahlil Lahadalia Bahas Reshuffle Pengurus DPP Golkar

Kedua, durasi screen time yang berlebihan juga menjadi pemicu utama. Anak-anak yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar cenderung kurang bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Hal ini membuat mereka kesulitan memahami emosi orang lain, lambat merespon komunikasi, dan cenderung menunjukkan perilaku menyendiri—mirip gejala autisme.

Baca Juga: Sering Begadang? Hati-Hati, Ini 5 Tanda Otakmu Mulai Rusak!l

Ketiga, konten yang tidak sesuai usia juga bisa memengaruhi perilaku anak. Tayangan dengan ritme cepat, warna mencolok, dan suara bising membuat anak kecanduan, namun justru mengganggu kemampuan fokus dan ketenangan emosi mereka.

Keempat, kurangnya keterlibatan orang tua saat anak bermain gadget turut memperparah dampaknya. Anak butuh bimbingan dan kehadiran orang tua, bukan hanya sekadar diberikan layar untuk “anteng”.

Baca Juga: Mau Sedot Lemak? Ini 5 Hal Penting yang Harus Kamu Pertimbangkan Sebelum Melakukannya

Terakhir, tidak adanya rutinitas bermain fisik dan interaksi sosial langsung bisa membuat anak terbiasa hidup di dunia digital. Padahal, eksplorasi dunia nyata sangat penting untuk perkembangan sensorik dan motorik mereka.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X