Pakistan Punya Harta Kekayaan Senilai Rp1.300 Triliun yang Ga Bakal Habis dalam 37 Tahun

Photo Author
- Minggu, 18 Mei 2025 | 14:55 WIB
Ilustrasi Negara Pakistan (Foto : Shutterstock)
Ilustrasi Negara Pakistan (Foto : Shutterstock)

INSIBERNEWS - Proyek tambang Reko Diq di Provinsi Balochistan, Pakistan, digadang-gadang bakal menjadi game changer bagi perekonomian negara tersebut.

Dikelola oleh raksasa tambang asal Kanada, Barrick Gold, tambang emas dan tembaga ini disebut sebagai investasi Barat terbesar yang pernah masuk ke Pakistan, dengan nilai potensi arus kas mencapai lebih dari USD75 miliar—sekitar Rp1.300 triliun—selama tiga dekade lebih ke depan.

Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Sadikin Sebut Uji Coba Vaksin TBC dari Bill Gates Sudah Sesuai Protokol Internasional

Menteri Perminyakan Pakistan, Ali Pervaiz Malik, menyebut proyek ini bukan hanya soal kekayaan sumber daya alam, tapi juga peluang besar untuk mendorong pembangunan kawasan.

"Ini bukan hanya investasi, tapi kesempatan untuk menciptakan ribuan lapangan kerja dan memajukan Balochistan yang selama ini kurang tersentuh pembangunan," kata Malik dalam pernyataannya, Minggu (17/5).

Baca Juga: Soal Group Facebook Fantasy Sedarah, Polisi Sedang Selidiki, Para Anggota Dapat Dijerat Pidana Jika Ada Bukti Kuat

Tahap pertama operasional penambangan dijadwalkan mulai pada tahun 2028. Targetnya tak main-main: 300.000 ons emas dan 200.000 ton tembaga per tahun. Fase kedua akan menyusul pada 2034, dengan peningkatan kapasitas produksi menjadi 500.000 ons emas dan 400.000 ton tembaga per tahun.

Menurut Malik, angka ini masih tergolong konservatif dan bisa melonjak tajam seiring tren naiknya harga komoditas global.

Baca Juga: Sibuk Syuting Film Sampai Akhir Tahun, Luna Maya Rencana Punya Anak Tahun Depan

Di luar angka dan produksi, proyek ini juga membawa keuntungan nyata bagi pemerintah pusat dan daerah. Provinsi Balochistan memegang 25 persen saham di proyek tersebut, dan akan menerima royalti sebesar 5 persen dari pendapatan bersih.

Sementara pemerintah federal bakal memperoleh 1 persen dari hasil proses peleburan logam. Selain itu, Barrick Gold telah menggelontorkan royalti awal sebesar USD5 juta dan berkomitmen untuk membayar sekitar USD10 juta setiap tahunnya mulai 2028.

Baca Juga: Dokter Umum Diizinkan Lakukan Operasi Caesar di Daerah 3T? DPR Minta Kemenkes Jangan Ngasal!

Reko Diq menjadi sorotan internasional bukan hanya karena besarnya nilai tambang, tapi juga karena kemampuannya mendongkrak perekonomian regional sekaligus memperkuat posisi Pakistan di sektor pertambangan global. Proyek ini juga menjadi semacam penegas bahwa stabilitas politik dan jaminan hukum bisa membawa masuk investasi raksasa, bahkan ke kawasan yang selama ini kurang berkembang.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X