INSIBERNEWS - Perseteruan antara dua raksasa otomotif asal China, BYD dan Great Wall Motor (GWM), kembali mencuri perhatian publik. Setelah serangkaian sengketa yang sempat meramaikan industri, kini BYD resmi melayangkan gugatan hukum terhadap CEO GWM Tank, Chang Yao.
Gugatan ini terkait dugaan tanggung jawab pelanggaran online dengan nomor perkara (2025) Jing 0491 Minchu 7591.
Kasus tersebut sudah tercatat dalam sistem Jaringan Pengumuman Pengadilan Rakyat yang dapat diakses secara terbuka oleh publik, sehingga dengan cepat menjadi sorotan media bisnis dan otomotif.
Baca Juga: Gudang Garam Klarifikasi Isu PHK Massal, Sebut Hanya Pensiun dan Kontrak Berakhir
Menurut laporan Sina Finance pada Senin (8/9), Chang Yao sejak Juli lalu tidak dapat dihubungi. Bahkan, seluruh aktivitas media sosialnya dibekukan sejak 24 Juni. Hal itu membuat pihak pengadilan di Beijing akhirnya mengambil langkah persidangan melalui jalur pengumuman publik.
Dalam keterangan yang dikeluarkan pengadilan, disebutkan bahwa salinan dakwaan serta surat panggilan sidang dianggap sah tersampaikan setelah 30 hari sejak pengumuman diterbitkan. Dengan demikian, proses hukum tetap berjalan meski pihak tergugat tidak bisa dihubungi.
Baca Juga: Kabar Baik! Ateez Siap Guncang Jakarta Awal 2026, Atiny Siap Lepas Rindu!
“Ini sudah menjadi prosedur standar apabila tergugat tidak hadir ataupun tidak bisa ditemui dalam jangka waktu tertentu,” tulis pengumuman resmi yang dipublikasikan di laman pengadilan.
Kasus hukum ini menjadi babak baru dalam rivalitas BYD dan GWM yang belakangan makin memanas. Keduanya sama-sama berkompetisi di pasar kendaraan listrik (EV) yang saat ini sedang booming di China.
Sengketa hukum yang melibatkan pucuk pimpinan justru menambah tensi dalam persaingan dua brand besar tersebut.
Industri otomotif China sendiri tengah berada dalam sorotan global, terutama setelah sejumlah produsen mobil listrik dari Negeri Tirai Bambu mulai melebarkan sayap ke pasar internasional.
Persaingan sengit antara pemain besar seperti BYD dan GWM tentu akan berdampak pada arah industri, baik dari sisi inovasi maupun strategi bisnis.
Sidang pertama dijadwalkan berlangsung pada akhir September dengan sistem jarak jauh yang difasilitasi pengadilan. Banyak pihak menunggu bagaimana kelanjutan kasus ini, mengingat posisi Chang Yao sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan GWM.
Artikel Terkait
Fenomena Operasi Plastik Berulang di Kalangan Selebriti Indonesia: Risiko BDD dan Kesehatan
Skandal Kuota Haji, KPK Sebut Jamaah dan Subsidi Negara Jadi Korban
Heboh! Mayat Wanita Ditemukan Membusuk di Tesla Sitaan Milik Rapper D4vd
Trump Janji ke Qatar, Serangan Israel Tak Akan Terulang Lagi
Serangan Israel di Qatar, Putra Negosiator Hamas Tewas Bersama Lima Orang Lainnya
Ronaldo Samai Rekor Gol Kualifikasi Piala Dunia, Masih Tajam di Usia 40 Tahun
Erick Thohir Ajak Semua Cabang Olahraga Indonesia Maju Bersama di Haornas 2025
iPhone 17 Series Resmi Rilis: iPhone Air Jadi Pusat Perhatian dengan Desain Super Tipis, Berikut Spesifikasinya!
Kabar Baik! Ateez Siap Guncang Jakarta Awal 2026, Atiny Siap Lepas Rindu!
Gudang Garam Klarifikasi Isu PHK Massal, Sebut Hanya Pensiun dan Kontrak Berakhir