INSIBERNEWS - PT Astra International Tbk (ASII) melaporkan kinerja penjualan mobil sepanjang Januari hingga November 2025 mengalami penurunan cukup signifikan. Total 368.426 unit terjual dalam 11 bulan, anjlok sekitar 16,41 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 440.806 unit.
Meski secara tahunan melemah, penjualan bulanan ASII pada November 2025 justru menunjukkan sinyal positif. Sebanyak 36.041 unit mobil berhasil dilepas ke pasar, naik 3,30 persen dibanding Oktober 2025 yang mencatatkan 34.888 unit.
Baca Juga: BMW Tunjuk Milan Nedeljkovic sebagai Nakhoda Baru, Resmi Pimpin Dewan Manajemen Mulai 2026
Head of Corporate Communications ASII, Windy Riswantyo, menyebut kondisi pasar otomotif nasional memang sedang menghadapi tantangan besar. Ia menilai daya beli masyarakat masih tertekan dan persaingan di industri semakin ketat dengan hadirnya banyak model baru dari berbagai merek.
“Dengan kondisi pasar otomotif yang melemah serta persaingan yang semakin intens, kami terus berupaya menghadirkan pilihan kendaraan yang relevan bagi masyarakat Indonesia,” tutur Windy dalam keterangan tertulis, Rabu (10/12/2025).
Menurutnya, Astra telah meluncurkan sejumlah model baru sepanjang tahun ini demi mengikuti kebutuhan konsumen yang semakin beragam. Momen pameran otomotif nasional juga menjadi sarana penting bagi perusahaan untuk menawarkan promo, fitur baru, dan inovasi teknologi pada calon pembeli.
Baca Juga: Suzuki Kembangkan Lini Hybrid, Tegaskan Efisiensi Tanpa Hilang Tenaga
“Peluncuran unit baru hingga ragam penawaran pada pameran otomotif yang baru saja terlaksana menjadi langkah kami untuk tetap dekat dengan pelanggan,” ujarnya.
Windy menegaskan bahwa meskipun penjualan melambat, fokus Astra tetap tidak berubah: menghadirkan layanan terbaik dan menjaga kepuasan pengguna. Ia menyebut konsumen masih menaruh kepercayaan besar pada produk-produk Astra, terlihat dari permintaan di segmen tertentu yang tetap stabil.
Selain itu, perusahaan juga terus memperluas akses pembiayaan dan layanan purna jual, yang menurutnya kini menjadi faktor penting bagi masyarakat dalam memilih kendaraan. Fleksibilitas pembayaran dan kemudahan servis disebut sebagai bagian dari strategi menjaga loyalitas pelanggan.
Baca Juga: 55 Tahun di Indonesia, Suzuki Klaim Sudah Tanam Investasi Rp22 Triliun dan Serap Ribuan Pekerja
Perusahaan berharap dinamika pasar akan mulai membaik di tahun mendatang seiring pulihnya kondisi ekonomi dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap mobilitas. “Kami berharap kondisi pasar dapat berangsur membaik pada tahun depan,” kata Windy.
Meski digempur berbagai tantangan, Astra menyatakan komitmennya untuk terus hadir sebagai pemain utama industri otomotif Indonesia dengan inovasi, layanan, dan produk yang kompetitif.***
Artikel Terkait
Kolaborasi BMW–Momenta Siapkan iX3 Generasi Baru dengan Teknologi Otonom yang Lebih Cerdas
Jejak Baru Suzuki Indonesia di Pasar Global, Fronx dan Satria Resmi Meluncur ke Mancanegara
Suzuki Segarkan GSX-8R dan V-Strom 1050RE, Hadirkan Warna Baru yang Lebih Berani
Changan Resmi Mendarat di Indonesia, Bawa Dua Mobil Listrik dan Misi Baru untuk Pasar Nusantara
55 Tahun di Indonesia, Suzuki Klaim Sudah Tanam Investasi Rp22 Triliun dan Serap Ribuan Pekerja
Veloz Hybrid Resmi Meluncur, Toyota Mulai Babak Baru Elektrifikasi MPV Keluarga di Indonesia
Mitsubishi Akui Pasar Lesu, Target Penjualan Nasional 850 Ribu Unit Dinilai Terlalu Muluk
Hati-Hati Beli Mobil Bekas Leasing, Simak Dulu Hal Penting Ini Biar Nggak Rugi
Suzuki Kembangkan Lini Hybrid, Tegaskan Efisiensi Tanpa Hilang Tenaga
BMW Tunjuk Milan Nedeljkovic sebagai Nakhoda Baru, Resmi Pimpin Dewan Manajemen Mulai 2026