INSIBERNEWS - Mitsubishi Motors Indonesia memberikan sinyal bahwa target penjualan mobil nasional tahun ini tampaknya berada di luar jangkauan. Dengan kondisi pasar otomotif yang belum sepenuhnya pulih, proyeksi penjualan sebesar 850 ribu unit dinilai terlalu tinggi untuk dicapai dalam dua bulan terakhir 2025.
Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, penjualan wholesales nasional baru menyentuh 635.844 unit. Angka itu turun sekitar 10,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mampu menembus lebih dari 711 ribu unit.
Baca Juga: Veloz Hybrid Resmi Meluncur, Toyota Mulai Babak Baru Elektrifikasi MPV Keluarga di Indonesia
Dengan selisih lebih dari 200 ribu unit dari target yang ditetapkan Gaikindo, pelaku industri kini berada dalam tekanan besar untuk mengejar ketertinggalan. Apalagi tren pasar cenderung melambat di tengah daya beli yang belum kembali stabil.
Gelaran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 sebenarnya diharapkan mampu mendongkrak penjualan dalam waktu singkat. Namun banyak pabrikan menyadari bahwa event otomotif, meski berpengaruh, tidak bisa menjadi satu-satunya penopang untuk mengejar target nasional.
Mitsubishi menjadi salah satu pabrikan yang cukup realistis membaca situasi. Mereka melihat bahwa kondisi industri otomotif tahun ini tak sekuat yang dibayangkan saat target awal dicanangkan.
Baca Juga: 55 Tahun di Indonesia, Suzuki Klaim Sudah Tanam Investasi Rp22 Triliun dan Serap Ribuan Pekerja
"Penjualan 850 ribu unit itu sedikit terlalu optimistis. Kami bisa mengestimasikan bahwa kita dapat mencapai penjualan mobil baru (secara nasional) di kisaran 800 ribu unit," ujar Director of Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Yoshio Igarashi, di arena GJAW 2025, ICE BSD City, Tangerang.
Ia menegaskan bahwa proyeksi internal Mitsubishi lebih mendekati kondisi pasar yang sebenarnya. Menurutnya, industri otomotif sedang berada dalam fase penyesuaian setelah beberapa tahun terakhir penuh gejolak.
Igarashi juga menambahkan bahwa perubahan perilaku konsumen turut memengaruhi ritme penjualan. Pelanggan kini lebih selektif, terutama terkait harga, efisiensi, dan biaya perawatan, sehingga proses pembelian cenderung lebih lambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Gus Yahya Dicopot dari Jabatan Ketua Umum PBNU, Rais Aam Ambil Alih Kepemimpinan Sementara
Di sisi lain, produsen berharap ada dorongan tambahan dari kebijakan pemerintah serta stabilitas ekonomi nasional agar penjualan mampu bergerak lebih cepat pada Desember, yang biasanya menjadi periode peningkatan permintaan.
Meski begitu, para pelaku industri menilai bahwa capaian sekitar 800 ribu unit masih tergolong sehat untuk kondisi pasar saat ini. Mereka berharap tahun depan industri otomotif bisa mendapatkan momentum baru untuk kembali bertumbuh. ***
Artikel Terkait
Yamaha Pamerkan Motor Listrik Sport Proto BEV di Japan Mobility Show 2025
Toyota Indonesia Tegaskan Komitmen 'Mobility for All' dan Netralitas Karbon Lewat Strategi Multi-Pathway
MotoGP Siap Kembali ke Eropa, Portugal Jadi Tuan Rumah Penentu Akhir Musim
Kematian Kucing Kit Kat Picu Desakan Atur Ulang Izin Operasional Mobil Otonom Waymo di San Francisco
Kolaborasi BMW–Momenta Siapkan iX3 Generasi Baru dengan Teknologi Otonom yang Lebih Cerdas
Jejak Baru Suzuki Indonesia di Pasar Global, Fronx dan Satria Resmi Meluncur ke Mancanegara
Suzuki Segarkan GSX-8R dan V-Strom 1050RE, Hadirkan Warna Baru yang Lebih Berani
Changan Resmi Mendarat di Indonesia, Bawa Dua Mobil Listrik dan Misi Baru untuk Pasar Nusantara
55 Tahun di Indonesia, Suzuki Klaim Sudah Tanam Investasi Rp22 Triliun dan Serap Ribuan Pekerja
Veloz Hybrid Resmi Meluncur, Toyota Mulai Babak Baru Elektrifikasi MPV Keluarga di Indonesia