China Tancap Gas ke Era Mobil Tanpa Sopir, 2026 Jadi Tahun Penentu Industri EV

Photo Author
- Kamis, 15 Januari 2026 | 16:25 WIB
Foto ilustrasi mobil listrik.  (Unsplash/MichaelFousert)
Foto ilustrasi mobil listrik. (Unsplash/MichaelFousert)

INSIBERNEWS - China bersiap melangkah lebih jauh dalam peta persaingan otomotif global. Pemerintah setempat telah menetapkan arah yang tegas: kendaraan listrik masa depan harus cerdas, saling terhubung, dan mampu melaju tanpa campur tangan manusia. Tahun 2026 diproyeksikan menjadi momentum penting bagi transformasi besar tersebut.

Langkah ini bukan sekadar pengembangan teknologi kendaraan, melainkan bagian dari strategi nasional untuk menguasai mobilitas cerdas.

Beijing melihat industri kendaraan listrik sebagai pilar kemandirian industri, sekaligus alat memperkuat posisi China dalam rantai pasok global.

Baca Juga: BYD Kian Perkasa di Pasar Mobil Listrik, Optimistis Kuasai Indonesia hingga 2026

Melalui kebijakan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (Ministry of Industry and Information Technology/MIIT), China menempatkan pengemudian otonom tingkat tinggi dan baterai solid-state sebagai prioritas utama. Dua teknologi ini dinilai menjadi fondasi bagi lompatan berikutnya dalam evolusi kendaraan listrik.

Arah tersebut dipertegas dalam Rencana Lima Tahun ke-15 yang mulai berlaku pada 2026. Dalam dokumen perencanaan ini, sektor kendaraan energi baru dipacu sebagai industri strategis yang terintegrasi dengan sistem energi nasional, jaringan digital, hingga infrastruktur transportasi cerdas.

Baterai solid-state menjadi salah satu fokus utama karena dianggap mampu menjawab keterbatasan baterai konvensional. Teknologi ini menjanjikan kepadatan energi jauh lebih tinggi, waktu pengisian lebih singkat, serta tingkat keamanan yang lebih baik, sekaligus menekan ketergantungan pada impor bahan baku tertentu.

Baca Juga: Insentif Impor Mobil Listrik CBU Berakhir 2025, Pemerintah Dorong Produksi Lokal Mulai 2026

Di sisi lain, pengemudian otonom Level 3 (L3) juga masuk jalur percepatan. Pada level ini, kendaraan sudah mampu mengemudi sendiri dalam kondisi tertentu tanpa intervensi pengemudi, meski tetap membutuhkan kesiapsiagaan manusia sebagai cadangan.

Sejumlah produsen otomotif besar China seperti BYD, Xpeng, dan SAIC Motor dilaporkan telah memasuki tahap pengujian lanjutan. Mereka mengembangkan baterai solid-state dengan kepadatan energi hingga 600 Wh/kg dan jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer dalam satu kali pengisian.

Baca Juga: BYD Gandeng Mobil Luncurkan Oli Mesin Khusus PHEV, Dirancang untuk Tantangan Hybrid DM-i

Hasil uji coba tersebut membuat pemerintah optimistis bahwa 2026 akan menjadi awal fase komersialisasi kendaraan listrik generasi baru, termasuk mobil tanpa sopir. Regulasi, standar keselamatan, serta infrastruktur pendukung pun mulai disiapkan agar adopsi teknologi berjalan mulus.

Dengan kombinasi dukungan kebijakan, kekuatan industri domestik, dan pasar yang sangat besar, China menargetkan diri sebagai pemimpin global dalam ekosistem kendaraan listrik cerdas.

Jika ambisi ini tercapai, peta industri otomotif dunia diperkirakan akan mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun ke depan.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X