INSIBERNEWS - Perlintasan kereta api yang berada di jalur kendaraan umum kerap menjadi titik rawan kecelakaan.
Risiko ini semakin perlu diperhatikan oleh pengguna mobil listrik, karena adanya potensi gangguan teknis yang bisa terjadi saat melintas di area tersebut.
Salah satu ancaman yang jarang disadari adalah pengaruh medan elektromagnetik dari kereta listrik yang dapat mengganggu sistem kendaraan.
Baca Juga: Sprint Race MotoGP Spanyol Memanas, Aprilia Kritik Aturan Usai Marquez Menang
Dalam kondisi tertentu, gangguan ini bahkan berpotensi menyebabkan mobil listrik mati mendadak di tengah rel, situasi yang tentu sangat berbahaya.
Kasus kecelakaan yang melibatkan taksi listrik di Bekasi pada Senin (27/4) menjadi contoh nyata. Kendaraan tersebut dilaporkan tiba-tiba berhenti saat melintasi rel, sebelum akhirnya tertabrak kereta commuter line (KRL). Insiden tragis ini bahkan diduga memicu kecelakaan lanjutan yang menyebabkan korban jiwa.
Menanggapi hal tersebut, peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi, mengingatkan pentingnya kewaspadaan ekstra bagi pengendara mobil listrik saat melintasi perlintasan kereta.
Menurutnya, langkah paling mendasar adalah menjaga jarak aman dari rel dan tidak memaksakan diri untuk melintas jika kereta sudah terindikasi akan lewat. Selain demi keselamatan, hal ini juga mencegah kendaraan terjebak di tengah lintasan.
Kereta listrik diketahui menghasilkan medan elektromagnetik yang cukup kuat. Medan ini berpotensi mengganggu sistem kontrol mobil listrik yang mengandalkan perangkat elektronik seperti Power Control Unit (PCU) dan Vehicle Control Unit (VCU).
Jika sistem tersebut terganggu, mobil bisa mengalami malfungsi, termasuk kehilangan tenaga secara tiba-tiba.
Baca Juga: Kebakaran Apartemen Mediterania Jakbar: Penghuni Dievakuasi Lewat Tangga Darurat Berlapis
Untuk itu, pengemudi diimbau agar:
- Tidak terburu-buru saat melintasi rel
- Memastikan kondisi aman sebelum menyeberang
- Menghindari berhenti tepat di atas rel kereta
- Selalu waspada terhadap sinyal atau tanda kedatangan kereta
Selain upaya dari pengendara, solusi jangka panjang juga diperlukan. Salah satunya adalah mengurangi atau bahkan menghapus perlintasan sebidang antara jalur kendaraan dan rel kereta listrik.
Artikel Terkait
Proposal Iran Ditolak Trump, AS Teruskan Blokade dan Rencanakan Serangan Dahsyat ke Teheran
Ed Sheeran Ungkap Sempat Idap Herpes Zoster, Penampilannya Kini Bikin Pangling
Sprint Race MotoGP Spanyol Memanas, Aprilia Kritik Aturan Usai Marquez Menang
Indonesia Masuk 2 Besar Dunia dalam Ketahanan Energi, Bahlil Lahadalia Beberkan Faktanya