Impor Mobil CBU Juli 2025 Melonjak, BYD Jadi Raja Pasar dari China

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Senin, 25 Agustus 2025 | 08:18 WIB
BYD COMPANY (Foto : Shutterstock/kittyfly)
BYD COMPANY (Foto : Shutterstock/kittyfly)

INSIBERNEWS - Tren impor mobil utuh atau Completely Built Up (CBU) ke Indonesia terus menunjukkan peningkatan tajam. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), jumlah mobil CBU yang masuk pada Juli 2025 mencapai 15.092 unit. Angka ini melesat 42 persen dibandingkan Juni 2025 yang hanya 10.606 unit.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kenaikannya bahkan lebih tinggi. Pada Juli 2024, impor CBU tercatat sebanyak 10.358 unit.

Artinya, secara year on year terjadi lonjakan sekitar 45 persen. Lonjakan ini membuat Juli 2025 menjadi bulan dengan impor mobil tertinggi sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Perang Lawan Tambang Ilegal, Pemerintah Bentuk Satgas Khusus

Secara kumulatif, total impor CBU selama Januari hingga Juli 2025 juga ikut terdongkrak. Gaikindo mencatat, dalam tujuh bulan tersebut jumlahnya mencapai 76.755 unit. Bandingkan dengan periode Januari–Juli 2024 yang hanya 50.932 unit, artinya ada kenaikan hampir 50 persen.

Salah satu penyumbang terbesar dari tren kenaikan ini adalah BYD Motor Indonesia. Perusahaan otomotif asal China itu tercatat mengimpor 9.570 unit mobil pada Juli 2025 saja. Angka tersebut mencakup merek BYD dan submerek Denza, yang memang mulai banyak beredar di pasar otomotif nasional.

Baca Juga: BI Siapkan QRIS Lintas Negara dengan China, Ditargetkan Meluncur Akhir 2025

Tidak hanya itu, dalam kurun Januari hingga Juli 2025, BYD sudah memasok 39.468 unit kendaraan ke Indonesia. Jumlah ini menunjukkan hampir setengah dari total impor CBU yang masuk sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini berasal dari satu perusahaan saja. Dominasi ini mempertegas peran China, khususnya BYD, sebagai pemain utama dalam pasokan kendaraan impor ke tanah air.

Kenaikan impor mobil CBU ini tidak bisa dilepaskan dari meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi, khususnya mobil listrik.

Sejumlah merek, termasuk BYD, kian gencar memasarkan produknya dengan harga yang kompetitif. Kehadiran mobil listrik asal China yang lebih terjangkau disebut menjadi salah satu faktor pendorong lonjakan permintaan.

Baca Juga: Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Pagi, Waspada Hujan Petir Sore

Namun, lonjakan impor ini juga menimbulkan tantangan baru bagi industri otomotif dalam negeri. Produsen lokal dituntut lebih cepat beradaptasi agar tidak tertinggal oleh serbuan mobil impor, khususnya dari China.

Selain itu, pemerintah juga harus menimbang strategi insentif agar industri dalam negeri bisa tetap tumbuh di tengah gempuran kendaraan impor.

Baca Juga: Denny Sumargo Pernah Undang Reza Gladys dan Pihak Nikita Mirzani di Podcastnya, Densu Ungkap Pengen Kawal Kasus Mereka Dengan Baik

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X