INSIBERNEWS - Hyundai dan General Motors (GM) kembali memperkuat kolaborasi mereka di industri otomotif global dengan mengumumkan rencana pengembangan mobil van komersial bertenaga listrik.
Kendaraan ini diproyeksikan akan menyasar pasar Amerika Serikat, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan sebagai langkah strategis kedua perusahaan merespons tren elektrifikasi kendaraan yang terus berkembang.
Baca Juga: KPK Telusuri Dalang Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024, Siapa Pemberi Perintah?
Kabar ini diungkap oleh Car and Driver pada Kamis (7/8). Kemitraan kali ini disebut sebagai kelanjutan dari kesepakatan yang terjalin pada tahun lalu, di mana Hyundai dan GM sepakat bekerja sama dalam berbagai aspek, mulai dari manajemen rantai pasokan hingga proses desain kendaraan.
Tak hanya berfokus pada mobil van listrik, kedua raksasa otomotif ini juga akan menggarap empat model kendaraan lain. Meski demikian, dari semua proyek yang diumumkan, van listrik menjadi satu-satunya model yang kemungkinan besar akan masuk pasar Amerika Serikat.
Baca Juga: Pengguna QRIS Tembus 57 Juta, 39,9 Juta di Antaranya UMKM: Bukti Makin Melek Digital
Empat model lain yang tengah disiapkan adalah SUV compact, mobil compact, truk pikap compact, dan truk pikap ukuran sedang. Setiap model dirancang untuk memiliki pilihan mesin hybrid — perpaduan antara motor listrik dan mesin berbahan bakar — serta varian mesin pembakaran internal konvensional.
Target peluncuran untuk lini kendaraan ini dijadwalkan mulai tahun 2028. Strategi ini dinilai menjadi langkah penting bagi Hyundai dan GM untuk meraih pangsa pasar yang lebih luas, baik di segmen kendaraan listrik maupun kendaraan konvensional.
Baca Juga: Bupati Kolaka Timur Terseret Suap Proyek RSUD, Warga Kecewa Janji Layanan Kesehatan Dikhianati
Pengamat otomotif menyebut kolaborasi ini merupakan sinyal kuat bahwa kompetisi di pasar kendaraan ramah lingkungan akan semakin ketat.
Dengan menggabungkan teknologi dan sumber daya, Hyundai dan GM berpotensi menghasilkan kendaraan yang lebih kompetitif baik dari sisi harga, performa, maupun efisiensi energi.
Baca Juga: Perluas Layanan Keuangan, BRI Resmikan Kantor Cabang di Taipei Bagi 360 Ribu PMI di Taiwan
“Pasar otomotif global sedang bergerak cepat menuju elektrifikasi, dan kemitraan semacam ini menjadi kunci untuk mempercepat inovasi,” ujar seorang analis industri otomotif yang menilai langkah kedua perusahaan sangat tepat untuk menghadapi tantangan industri ke depan.
Selain faktor teknologi, kerja sama ini juga diharapkan berdampak positif pada efisiensi biaya produksi dan distribusi.
Artikel Terkait
Keuangan Masih Berdarah, Nissan Tutup Pabrik Legendarisnya di Jepang Mulai 2028
PLN Tebar Diskon Besar-Besaran, Isi Daya Mobil Listrik di Rumah Kini Makin Murah
GIIAS 2025 Resmi Dibuka: Mobil Listrik, Merek Baru, dan Inovasi Ramah Lingkungan Warnai Panggung Otomotif
Bukan Cuma Mobil, XPeng Bawa Kendaraan Terbang ke GIIAS 2025 dan Jadi Pusat Perhatian
Tesla Gaet Samsung Produksi Chip A16, Nilai Kontrak Tembus Rp270 Triliun
BYD dan Denza Dominasi Pasar EV di Indonesia, Ekspansi Layanan Terus Digeber
Kena Banjir, Komika Apos Masih Sempat Bercanda Mau Ubah Rumah Jadi Kolam Lele
Hyundai dan BAIC Luncurkan EO, SUV Listrik Perdana di Pasar China September 2025
Kapal Raksasa MV BYD Zhengzhou Sandar di Tanjung Priok, Angkut 7.000 Mobil Sekaligus
Indonesia Bisa Jadi Raja EV Dunia, Kuncinya di Nikel dan Hilirisasi Baterai