Dia juga menilai, langkah ini tidak hanya memberi nilai tambah ekonomi, tapi juga membuka lapangan kerja, mentransfer teknologi, dan membangun kompetensi bangsa di bidang energi baru terbarukan.
Yannes berharap pemerintah menjaga kesinambungan regulasi, memberikan insentif untuk investor dalam negeri, serta memperkuat SDM di bidang teknologi baterai.
Baca Juga: Digerebek Saat Nyabu di Kantor Kecamatan, PNS dan THL di Bangkalan Diamankan Polisi
Dengan infrastruktur yang terus dibangun, termasuk pabrik baterai, stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), hingga kebijakan insentif untuk pembelian EV, Indonesia dinilai sudah berada di jalur yang tepat. Tinggal bagaimana eksekusi di lapangan bisa terus dijaga konsistensinya.
Baca Juga: Tragis! Suami Bakar Istri Hidup-Hidup di Depan Warung Makan Gegara Cemburu
"Kalau semua elemen bersinergi—pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat—Indonesia bisa jadi pemimpin EV, bukan cuma pasar, tapi juga produsen besar di Asia bahkan dunia," tutupnya optimistis.
Artikel Terkait
Dikira Harmonis, Acha Septriasa Ternyata Sudah Lama Bercerai dari Suami!
Beda Dari Yang Lain Charly Van houtten Akan Beri Hadiah Cafe Yang Memutarkan Lagunya di Tengah Ramai Soal Hak Cipta Karya
Prabowo Disebut jadi Presiden Paling Sering Kunjungi ITB Setelah Soekarno
Tragis! Suami Bakar Istri Hidup-Hidup di Depan Warung Makan Gegara Cemburu
Digerebek Saat Nyabu di Kantor Kecamatan, PNS dan THL di Bangkalan Diamankan Polisi
Terbongkar Jaringan Adopsi Bayi Internasional: 43 Korban, 17 Sudah Dikirim ke Singapura
Vincent Verhaag Demi Istri dan Anak-Anaknya Ia Resmi Jadi WNI dan Melepas Kewarganegaraan Belanda
Park Bom Hiatus Lagi, D-Nation Ungkap Kondisi Kesehatan Sang Idol Memburuk
Mendag Soal Fenomena Rojali: Lihat-lihat Dulu Itu Hak Konsumen
Kapal Raksasa MV BYD Zhengzhou Sandar di Tanjung Priok, Angkut 7.000 Mobil Sekaligus