Isack Hadjar Dikritik Helmut Marko karena Menangis, Ralf Schumacher Pasang Badan

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 20 Maret 2025 | 03:30 WIB
Isack Hadjar - Pembalap Legendaris F1 (Foto : Instagram)
Isack Hadjar - Pembalap Legendaris F1 (Foto : Instagram)

INSIBERNEWS - Pembalap Racing Bulls, Isack Hadjar, mendapat kritik tajam dari penasihat Red Bull, Helmut Marko, setelah insiden di GP Australia akhir pekan lalu.

Hadjar, yang harus mengakhiri balapannya lebih cepat karena kecelakaan, terlihat keluar dari Sirkuit Albert Park dengan air mata di wajahnya. Namun, tak semua pihak setuju dengan kritik Marko.

Mantan pembalap Formula 1, Ralf Schumacher, justru membela Hadjar dan menilai bahwa menangis bukanlah sesuatu yang memalukan.

Baca Juga: Northvolt, Produsen Baterai EV Terbesar Eropa, Ajukan Kebangkrutan Setelah Gagal Hadapi Tantangan Industri

"Saya tidak tahu apa yang memalukan dari air mata. Tapi ya, kita semua tahu Helmut, dan saya yakin dia tidak bermaksud buruk," ujar Schumacher, dikutip dari Motorsport pada Kamis.

Baca Juga: Lebih Laris Sosis daripada Mobil, Volkswagen Tembus Rekor Penjualan Currywurst di 2024!

Hadjar, yang baru berusia 20 tahun, terlihat begitu terpukul setelah gagal menyelesaikan balapan debutnya. Momen emosional itu bahkan menarik perhatian Anthony Hamilton, ayah dari pembalap Ferrari, Lewis Hamilton.

Anthony yang menyaksikan Hadjar menangis langsung menghampirinya untuk memberikan dukungan.

Baca Juga: BMW Ambil Langkah Tegas! Tuntut Perlindungan Merek M6 dari Pencatutan BYD

"Ketika saya melihat apa yang terjadi pada Isack, hati saya hancur. Saya hanya bisa membayangkan bagaimana perasaannya," kata Anthony Hamilton.

"Sungguh menyedihkan melihat seorang pembalap muda yang telah berjuang sejak kecil untuk mencapai Formula 1 mengalami hal seperti ini."

Baca Juga: Motor Gigi Mati Saat Hujan? Jangan Panik, Begini Solusinya

Namun, sikap Hadjar justru mendapat respons dingin dari Helmut Marko. Penasihat senior Red Bull itu menilai bahwa ekspresi kekecewaan Hadjar berlebihan dan kurang mencerminkan mentalitas seorang pembalap profesional.

"Dia terlalu emosional. Seharusnya dia bisa mengendalikan reaksinya," ujar Marko.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X