Gagal Merger dengan Honda, Nissan Pertimbangkan Bakal Ganti CEO Makoto Uchida

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 28 Februari 2025 | 08:35 WIB
Honda dan Nissan Jajaki Merger untuk Hadapi Persaingan Ketat di Industri Mobil Listrik (Foto : Motor1.com)
Honda dan Nissan Jajaki Merger untuk Hadapi Persaingan Ketat di Industri Mobil Listrik (Foto : Motor1.com)

INSIBERNEWS - Nissan Motor dikabarkan tengah mempertimbangkan pergantian kepemimpinan setelah kegagalan rencana merger dengan Honda.

CEO Nissan, Makoto Uchida, yang telah menjabat sejak 2019, disebut-sebut bakal digantikan akibat situasi bisnis perusahaan yang semakin memburuk.

Baca Juga: MotoGP 2025 Dibuka di Thailand, Marquez Siap Debut Bersama Ducati

Laporan dari Bloomberg yang mengutip beberapa sumber tepercaya menyebutkan bahwa para direktur Nissan saat ini sedang menyusun daftar kandidat potensial untuk menggantikan Uchida.

Keputusan ini muncul setelah rencana besar merger Nissan dan Honda yang bernilai USD 60 miliar kandas pada awal bulan ini. Honda dikabarkan ingin menjadikan Nissan sebagai anak perusahaan, namun kesepakatan tersebut tidak diterima oleh Nissan.

Baca Juga: Motor Gigi Mati Saat Hujan? Jangan Panik, Begini Solusinya

Gagalnya merger ini menjadi pukulan bagi Nissan, yang belakangan menghadapi tantangan berat di industri otomotif.

Kinerja keuangan yang kurang memuaskan semakin memperkuat desakan untuk melakukan perubahan di tingkat kepemimpinan.

Para pemegang saham dan petinggi perusahaan disebut ingin melihat arah baru yang lebih jelas bagi masa depan Nissan.

Baca Juga: Momen Spesial! 12 Ucapan Ramadhan 2025 yang Bisa Kamu Posting di Media Sosial

Sementara itu, belum ada pernyataan resmi dari pihak Nissan mengenai kemungkinan pergantian CEO.

Namun, spekulasi ini semakin menguat seiring dengan ketidakpastian yang melingkupi strategi bisnis Nissan ke depan.

Uchida sendiri sebelumnya dipandang sebagai sosok yang mampu mengangkat Nissan dari keterpurukan pasca skandal Carlos Ghosn, namun tantangan global membuat posisinya semakin terancam.

Baca Juga: BYD Klaim Teknologi Mobil Listriknya Lebih Maju 5 Tahun Dibanding Pesaing

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X