Selain itu, penandatangan lain, Aulia Az, mengungkapkan ketidaksetujuannya terkait penggunaan uang pajak untuk menggaji seseorang yang dianggap telah menghina orang yang lebih rendah.
"Saya tidak ikhlas jika uang pajak yang saya bayar digunakan untuk menggaji seseorang yang menginjak orang yang tidak mampu. Jangan menormalisasi kalimat negatif sebagai candaan," tulis Aulia.
Pendapat serupa disampaikan oleh penandatangan lainnya, Indah Laras, yang beranggapan bahwa Gus Miftah tidak layak menjadi pejabat negara.
"Gus Miftah tidak layak menjadi pejabat yang bisa dijadikan panutan, terutama dengan sikap dan ucapannya yang arogan," katanya.
Kontroversi ini menambah panjang daftar polemik yang melibatkan tokoh publik, dengan sejumlah pihak yang merasa prihatin terhadap sikap dan perilaku Gus Miftah yang kini tengah mendapat sorotan tajam.
Petisi ini kini terus mendapatkan dukungan dari masyarakat yang menginginkan perubahan dalam penempatan pejabat negara.