INSIBERNEWS - Salah satu Utusan Khusus Presiden, Gus Miftah tengah menjadi sorotan warganet.
Sosok yang dikenal sebagai pendakwah ini banjir kritik, usai sebuah video yang memperlihatkan momennya berinteraksi dengan seorang pedagang minuman es teh viral di media sosial.
Gus Miftah nampak tengah berbicara di depan banyak orang dalam video tersebut. Kemudian ia berinteraksi dengan seorang penjual es teh yang berada disana.
Awalnya Gus Miftah bertanya soal dagangannya kepada penjual tersebut, "Es teh mu masih banyak engga?"
"Masih? Ya sana dijual gobl*k," lanjut Gus Miftah dengan maksud bercanda.
Merespon ucapan Gus Miftah, sang penjual es teh itu tersenyum tipis dan berdiam diri, nampak seperti menahan malu.
Baca Juga: Rudy Salim Ungkap Dirinya Pernah Rugi Sampai Rp70 M Saat Bisnis Bareng Raffi Ahmad
Sementara orang yang berada disamping Gus Miftah serta beberapa yang disana tertawa dengan guyonan kasar tersebut.
Video yang menampilkan momen bercandaan kasar Gus Miftah ini kemudian jadi topik hangat di media sosial.
Tak sedikit warganet mengkritik ucapan dari Utusan Khusus Presiden ini. Warganet merasa guyonan yang dilontarkan Gus Miftah sudah keterlaluan karena berkesan memaki dan tidak lucu.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Pejabat Wali Kota Pekanbaru dalam Operasi Tangkap Tangan di Riau
Profil Pj Wali Kota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa, yang Terjaring OTT KPK
Ternyata Segini Harta Kekayaan Pj Wali Kota Pekanbaru yang Terjaring OTT KPK, Terungkap
V BTS Berbagi Kabar Duka, Anjing Kesayangannya Yeontan Meninggal Dunia
Prancis Ungkap Pelanggaran Gencatan Senjata Israel-Hizbullah yang Menyebabkan Korban Sipil
Polisi Amankan Enam Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Polisi di Cilincing
Kejam! Anggota Polisi Polda Metro Jaya Bunuh Ibu Kandung Pakai Tabung Elpiji 3 KG
Walau Sudah Lakukan Operasi, Ambeien Ternyata Bisa Muncul Lagi! Ini Penjelasannya
Berkat Keunggulan di Dimensi Data dan Kolaborasi, Transformasi Digital BRI Berbuah Prestasi di Digital Banking Awards 2024
Zulkifli Hasan Usulkan Penambahan Anggaran Rp 505 Miliar untuk Kementerian Pangan di Tahun 2025