Tujuan dari proses ini adalah untuk menciptakan rasa saling pengertian dan memfasilitasi penyembuhan emosional bagi kedua belah pihak.
Keadilan restoratif dapat diterapkan dalam berbagai jenis kasus, terutama yang bersifat non-kekerasan, seperti pencurian atau vandalisme.
Baca Juga: Israel Naikkan Pajak untuk Biaya Perang Karena Kini Negara Sudah Alami Defisit Anggaran
Namun, ada juga aplikasi dalam kasus kekerasan, meskipun lebih kompleks.
Pendekatan ini terbukti efektif dalam mengurangi angka pengulangan kejahatan (recidivism), karena pelaku diberikan kesempatan untuk merefleksikan dampak perbuatannya dan melakukan perbaikan.***