Banyak Kasus Dilaporkan ke Pihak Berwajib, Guru Kini Takut untuk Tegur Murid

Photo Author
Awit Wiarni, Insibernews
- Senin, 4 November 2024 | 19:42 WIB
Kini banyak guru yang takut untuk menegur murid (Freepik)
Kini banyak guru yang takut untuk menegur murid (Freepik)

INSIBERNEWS - Saat ini sedang ramai di sosial media konten mengenai guru yang tidak berani menegur muridnya.

Hal tersebut akibat dari banyaknya kasus guru yang dilaporkan ke pihak berwajib karena menegur muridnya.

Di tengah upaya meningkatkan kualitas pendidikan, para guru di Indonesia kini menghadapi tantangan baru yang mengganggu proses belajar mengajar yaitu ketakutan untuk menegur murid.

Baca Juga: Daftar Menteri Perdagangan di Era Jokowi yang Lakukan Impor Gula Besar-besaran Selain Tom Lembong

Fenomena ini muncul akibat meningkatnya laporan orang tua murid kepada pihak berwajib atas tindakan guru yang dianggap melanggar hak anak, termasuk saat guru menegur atau memberikan sanksi kepada siswa.

Dalam beberapa kasus, guru yang berusaha mendisiplinkan muridnya malah terjerat masalah hukum.

Beberapa orang tua melaporkan guru ke kepolisian dengan tuduhan penganiayaan atau tindakan yang dianggap merugikan anak mereka.

Baca Juga: Bikin Geleng-geleng! Oknum Komdigi Buat Kantor Sendiri Khusus untuk Bina Situs Judol Demi Raup Keuntungan

Situasi ini menciptakan ketegangan di lingkungan sekolah, di mana guru merasa terancam dan tidak memiliki ruang untuk menjalankan tanggung jawab mereka dengan baik.

Dampak dari situasi ini sangat luas. Banyak guru yang kini memilih untuk menghindari teguran, bahkan saat melihat perilaku negatif dari murid.

Hal ini berdampak pada proses pendidikan, di mana murid kehilangan bimbingan yang seharusnya mereka terima.

Baca Juga: Menumpuknya Utang Negara Jadi Alasan DPR Tolak Permintaan Tambahan Anggaran Kementerian HAM

Selain itu, lingkungan belajar yang seharusnya mendukung pembentukan karakter dan disiplin menjadi kurang efektif.

Sikap orang tua yang berlebihan dalam melindungi anak juga menjadi salah satu penyebab ketidakpahaman terhadap peran guru.

Halaman:

Editor: Awit Wiarni

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X