Sidang Perdana Supriyani, Diwarnai Aksi Damai Ribuan Guru di PN Andoolo Konsel

Photo Author
Taufik RM, Insibernews
- Kamis, 24 Oktober 2024 | 12:25 WIB
Ribuan Guru memadati ruang sidang PN Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Saat sidang perdana Supriyani berlangsung. (foto: Istimewa)
Ribuan Guru memadati ruang sidang PN Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Saat sidang perdana Supriyani berlangsung. (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Ribuan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), melakukan aksi damai serta memadati ruang sidang, saat Supriyani menghadapi sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Mereka sengaja datang untuk memberikan dukungan kepada guru honorer SDN 4 Baito tersebut, untuk menjalani sidang perdananya.

Diketahui, sejak pukul 09.00 WITA, ribuan pedemo mulai mendatangi PN Andoolo dan mengelilingi kantor pengadilan dengan menggunakan baju kesatuan PGRI dengan meneriakkan kata 'Hidup guru'.

Baca Juga: Pemerintahan Prabowo Bakal Adakan Matematika Di Pendidikan Tingkat TK

Dukungan itu diberikan kepada Supriyani untuk menjalani sidang perkara yang menimpanya terkait dengan tuduhan penganiayaan kepada salah seorang siswanya di SDN 4 Baito.

Salah seorang guru SDN 2 Andoolo, Darma mengatakan bahwa aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas sesama guru, terlebih lagi ada guru yang tertindas.

"Sebagai guru harus kawal terus kasus ini. Saya rela tidak masuk mengajar untuk membela saudara saya ini (Supriyani)," kata Darma, dikutip InsiberNews.

Baca Juga: Sidang Cerai Perdana Baim Wong dan Paula Verhoeven: Perebutan Hak Asuh Anak Jadi Fokus Utama

Darma meyakini, jika Supriyani dengan pengalaman mengajarnya selama 22 tahun, artinya dia sangat berpengalaman melakukan profesinya sebagai guru.

"Sekejam apa pun guru itu tidak akan pernah sampai tega. Saya memang sering juga mengomel di sekolah, tetapi tidak pernah pukul anaknya orang," ujarnya.

Akhirnya, Darma berharap, ke depannya kasus-kasus yang mengkriminalisasi guru di Indonesia ini tidak terjadi lagi.

Baca Juga: Airlangga Hartarto dan Meutya Hafid Siap Wujudkan Target Jangka Pendek untuk Ekonomi dan Digital Indonesia

Baca Juga: Pembentukan Tim Sahabat Andika Hazrumy Diduga Libatkan ASN dan Perangkat Desa, Kubu Zakiyah-Najib Buat Laporan Ke Bawaslu

Adapun ribuan guru, yang melakukan aksi damai di depan PN Andoolo tersebut, meninggalkan tempatusai sidang, sekira pukul 10.45 WITA.

Editor: Taufik RM

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X