Ia menduga ruangan yang menyerupai bunker itu sengaja dibuat sebagai tempat penyimpanan barang-barang tertentu tanpa sepengetahuan pihak sekolah. Bahkan, menurutnya, terdapat akses masuk dari bagian belakang yang diduga dapat digunakan untuk aktivitas secara tertutup.
Untung juga mempertanyakan keberadaan alat pembuat peluru di lingkungan sekolah yang menaungi jenjang pendidikan mulai dari TK hingga SMA.
Menurutnya, keberadaan perlengkapan tersebut sangat tidak wajar dan harus diusut hingga tuntas.
Hingga kini, seluruh barang bukti yang telah ditemukan berada dalam penanganan Polres Metro Jakarta Selatan.
Yayasan berharap pembongkaran ruangan yang diduga bunker dapat segera dilakukan agar tidak ada lagi barang berbahaya yang tersembunyi dan proses penyelidikan dapat berjalan secara menyeluruh. ***