Para korban mengaku baru mengetahui laptop mereka diduga digadaikan setelah sulit menghubungi SRA dan barang tak kunjung dikembalikan.
Pemilik laptop bahkan mengunggah video saat dirinya mendatangi tempat gadai untuk mengambil kembali perangkat miliknya. Ia mengaku harus menebus sekitar Rp3 juta agar laptop tersebut bisa kembali digunakan.
Pihak tempat gadai juga disebut memberikan keterangan bahwa guru tersebut sempat menebus satu laptop sebelum kembali menggadaikan laptop lainnya di hari berbeda.
Selain dugaan penggadaian laptop murid, penelusuran melalui nomor telepon yang digunakan SRA juga memunculkan dugaan adanya masalah pinjaman online atau pinjol.
Meski begitu, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun guru yang bersangkutan terkait video viral tersebut.
Kasus ini pun menuai perhatian luas di media sosial. Banyak warganet menyayangkan tindakan oknum guru yang dianggap telah menyalahgunakan kepercayaan siswa demi kepentingan pribadi.
Baca Juga: Minibus Diduga Angkut BBM Terbakar Hebat di Kembangan, Lima Mobil Damkar Dikerahkan
Sampai saat ini, belum diketahui apakah kasus tersebut akan berlanjut ke ranah hukum atau diselesaikan secara internal oleh pihak sekolah. ***