news

UEA Siagakan Pertahanan Udara Hadapi Ancaman Rudal Usai Bentrokan AS dan Iran di Selat Hormuz

Jumat, 8 Mei 2026 | 15:22 WIB
UEA Siagakan Pertahanan Udara Hadapi Ancaman Rudal Usai Bentrokan AS dan Iran di Selat Hormuz (Istimewa)

Namun, ia kembali memperingatkan Teheran agar menerima proposal kesepakatan yang diajukan AS terkait pemulihan distribusi minyak dan gas dunia.

“Mereka harus mengerti: Jika RUU itu tidak ditandatangani, mereka akan mengalami banyak kesulitan,” ujar Trump kepada wartawan di Washington.

Di sisi lain, Teheran mengaku sedang mempelajari proposal terbaru dari AS yang disampaikan melalui Pakistan sebagai mediator.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Siapkan Insentif Mobil Listrik dan Kredit Murah untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Sebelumnya, pembicaraan langsung antara AS dan Iran yang digelar di Islamabad pada April lalu gagal menghasilkan kesepakatan permanen untuk mengakhiri perang yang dimulai sejak 28 Februari 2026.

Meski gencatan senjata yang dimediasi Pakistan sejak 8 April sebagian besar masih bertahan, negosiasi kedua negara kini disebut mengalami kebuntuan.

Ini bukan pertama kalinya UEA berada dalam ancaman serangan di tengah konflik AS-Iran.

Baca Juga: Imbas Unggahan Kontroversial soal Maia, Kini Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Mulan Jameela

Pada Senin (4/5/2026), UEA melaporkan adanya serangan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone yang disebut datang dari Iran.

Kementerian Pertahanan UEA menyatakan seluruh ancaman tersebut berhasil dicegat sistem pertahanan udara mereka. Tiga rudal berhasil dihancurkan, sementara satu lainnya jatuh ke laut.

Serangan drone dan rudal itu mengakhiri masa relatif tenang di UEA sejak gencatan senjata dimulai awal April lalu.

Baca Juga: Kejati DKI Tetapkan 3 Tersangka, BRI Dukung Proses Hukum Pelaku Kasus Korupsi Kredit KoinWorks

Meski seorang pejabat militer Iran menyatakan negaranya tidak memiliki rencana menyerang UEA, media Iran Tasnim mengutip sumber militer yang memperingatkan bahwa seluruh kepentingan UEA bisa menjadi sasaran apabila Abu Dhabi mengambil langkah yang dianggap “tidak bijaksana” terhadap Teheran.

Hingga kini, situasi keamanan di kawasan Teluk masih menjadi perhatian dunia internasional, terutama karena Selat Hormuz memegang peran vital dalam perdagangan energi global. ***

Halaman:

Tags

Terkini