news

Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem, Jakarta Kembali Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Sabtu, 31 Januari 2026 | 21:11 WIB
Cuaca Ekstrem, Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca (Foto : Univ Gadjah Mada)

INSIBERNEWS - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem yang berisiko menimbulkan bencana hidrometeorologi. Operasi ini dilakukan seiring meningkatnya intensitas hujan dan dinamika atmosfer dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, pelaksanaan OMC merupakan bagian dari strategi kesiapsiagaan daerah untuk meminimalkan dampak banjir dan genangan, khususnya di wilayah rawan.

Baca Juga: 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair Diboyong Pertamina ke Tanah Air

“Rencana penerbangan Operasi Modifikasi Cuaca ini dilakukan dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi ekstrem di Provinsi DKI Jakarta,” ujar Isnawa di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, operasi tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas instansi yang melibatkan BPBD DKI Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara, serta unsur pendukung lainnya.

Pada pelaksanaan sorti pertama, pesawat OMC melakukan penyemaian awan di wilayah perairan utara Jakarta. Penerbangan dilakukan pada ketinggian antara 8.000 hingga 11.000 kaki dengan menggunakan bahan semai Kalsium Oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram.

Baca Juga: Setelah Dua Tahun Tertutup, Rafah Dibuka Terbatas: Harapan Baru bagi Warga Gaza

Sorti kedua kemudian diarahkan ke wilayah barat daya Jakarta. Pada tahap ini, pesawat terbang di ketinggian sekitar 7.000 hingga 8.000 kaki dengan membawa bahan semai Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram. 

“Pada sorti kedua ini, fokus penyemaian diarahkan ke wilayah barat daya Jakarta dengan harapan awan hujan dapat diturunkan di area yang lebih aman,” kata Isnawa.

Ia menjelaskan, pelaksanaan OMC didasarkan pada analisis kondisi atmosfer secara cermat serta pemantauan cuaca yang dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, penyemaian awan dapat diarahkan untuk mengurangi potensi hujan ekstrem di wilayah daratan Jakarta.

Baca Juga: Polisi Sebut Tak Bisa Ungkap Alasan Kematian Lula Lahfah: Karena Keluarga Tolak Otopsi

BPBD DKI Jakarta, lanjut Isnawa, juga melakukan evaluasi harian terhadap efektivitas OMC. Selain itu, koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar seluruh langkah mitigasi berjalan optimal dan respons terhadap potensi bencana dapat dilakukan secara cepat dan terukur.

Melalui operasi ini, pemerintah daerah berharap risiko bencana akibat cuaca ekstrem dapat ditekan, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat Jakarta di tengah kondisi cuaca yang masih sulit diprediksi.***

Tags

Terkini