1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair Diboyong Pertamina ke Tanah Air

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:40 WIB
1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair Diboyong Pertamina ke Tanah Air (Istimewa)
1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair Diboyong Pertamina ke Tanah Air (Istimewa)

INSIBERNEWS — Kargo minyak mentah sebanyak 1 juta barel dari Aljazair telah berhasil dibawa PT Pertamina untuk tiba di Indonesia. Hal ini ditandai dengan bersandarnya kapal pengangkut minyak MT Sypros di perairan Cilacap.

Setelah memperpanjang kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC) dengan perusahaan migas nasional Aljazair, Sonatrach, untuk jangka waktu 25 tahun ke depan, pengiriman ini menandai kargo perdana Pertamina dari blok tersebut.

Dikutip dari siaran pers Pertamina, Sabtu (31/1), kapal tersebut mengangkut minyak mentah yang berasal dari Wilayah Kerja (WK) migas 405A di Aljazair yang dikelola Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP). Minyak tersebut dikirim dari Port Arzew, Aljazair, pada 24 Desember 2025 dan menempuh perjalanan laut selama lebih dari satu bulan sebelum akhirnya tiba di Indonesia.

Baca Juga: Krisis Sosial Memburuk di Israel, Hampir Dua Juta Warga Hidup Miskin dan Anak-Anak Paling Terdampak

Saat bersandar, kapal langsung terhubung dengan Control Room Kilang IV Cilacap untuk memastikan seluruh proses unloading terpantau secara real time dan terintegrasi. Proses ini sekaligus menunjukkan kesiapan dan keandalan infrastruktur Pertamina dalam menerima serta mengolah pasokan minyak mentah dari luar negeri.

Kegiatan penerimaan kargo perdana ini disaksikan dari tiga lokasi yang terhubung langsung, yakni Grha Pertamina di Jakarta, Control Room kilang IV Cilacap, dan lokasi operasional di Aljazair.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa pengiriman minyak mentah ini merupakan bukti kontribusi Pertamina dalam mewujudkan ketahanan energi di dalam negeri.

Baca Juga: DFB Tegaskan Tak Ikut Seruan Boikot Piala Dunia 2026 di AS, Pilih Jalur Dialog dan Sportivitas

“Bersandarnya kapal yang telah mengarungi samudera sebulan lebih ini menjadi harapan untuk visi ketahanan energi nasional. Ini merupakan bukti nyata Pertamina dalam mewujudkan amanah Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Simon dalam sambutannya di Grha Pertamina, Jakarta.

Lebih lanjut, Simon menekankan bahwa pengapalan perdana ini mencerminkan sinergi kuat antarentitas di lingkungan Pertamina, mulai dari PIEP sebagai produsen, Pertamina International Shipping sebagai pelaksana pengapalan, hingga Kilang Pertamina Internasional sebagai pembeli dan pengelola kilang dalam negeri.

“Sinergi ini telah mampu memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok energi global, membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di kaki sendiri,” tambah Simon.

Baca Juga: Peraih Medali Emas PON, Nurul Akmal Ungkap Kekecewaan Soal Status PPPK Paruh Waktu

Di kesempatan yang sama, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan menyampaikan bahwa kesuksesan pengiriman minyak mentah ini tidak lepas dari keringat dan kerja keras seluruh Perwira Pertamina yang berdedikasi tinggi dan berbakti kepada Indonesia.

“Seluruh jajaran komisaris akan terus memberikan dukungan untuk mengawal proses di Pertamina hingga minyak mentah ini mampu menjadi produk-produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” tegas Iriawan.

Pertamina mulai menancapkan kaki di Aljazair sejak meneken kontrak tahunan pada 2002-2003 dengan Sonatrach. Kerja sama itu semakin kuat sejak 2014 ketika Pertamina mengakuisisi hak pengelolaan blok Menzel Lejmat (MLN).

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X