INSIBERNEWS - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan rencana pelibatan aparatur sipil negara (ASN) sebagai komponen cadangan (komcad) pertahanan negara mulai tahun depan.
Sebanyak sekitar 4.000 ASN dari berbagai kementerian dan lembaga yang berkantor di Jakarta akan menjadi peserta tahap awal program tersebut.
Baca Juga: Polisi Sebut Tak Bisa Ungkap Alasan Kematian Lula Lahfah: Karena Keluarga Tolak Otopsi
Hal itu disampaikan Sjafrie saat memberikan pembekalan kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang mengikuti kegiatan retreat di fasilitas Pusat Kompetensi Bela Negara, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan, Cibodas, Rumpiang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu.
“Pada semester pertama 2026, pelatihan komcad bagi ASN sudah mulai kita jalankan. Untuk tahap awal ini, pesertanya difokuskan dari kementerian dan lembaga di Jakarta, jumlahnya kurang lebih 4.000 orang,” ujar Sjafrie di hadapan peserta.
Baca Juga: Krisis Sosial Memburuk di Israel, Hampir Dua Juta Warga Hidup Miskin dan Anak-Anak Paling Terdampak
Menurut dia, pelibatan ASN dalam komponen cadangan bukan dimaksudkan sebagai bentuk militerisasi birokrasi. Program ini justru diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, serta semangat bela negara agar semakin melekat dalam setiap bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.
Sjafrie menjelaskan, ASN yang akan mengikuti program ini berasal dari kelompok usia produktif, yakni 18 hingga 35 tahun.
Mereka akan mendapatkan pelatihan dasar militer yang disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan, tanpa mengabaikan tugas utama mereka sebagai pelayan publik.
Baca Juga: Longsor Terjang Bantaran Kali Bekasi, Enam Rumah Warga Tambun Utara Terdampak
Rangkaian pelatihan tersebut meliputi pembinaan fisik, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta pemahaman dasar mengenai sistem pertahanan negara. Seluruh materi dirancang untuk memperkuat karakter, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab, bukan untuk menjadikan ASN sebagai prajurit aktif.
Setelah menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan, para peserta akan dikembalikan ke instansi masing-masing. Mereka diharapkan dapat membawa nilai-nilai positif yang diperoleh selama pelatihan untuk diterapkan dalam lingkungan kerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga: Disebut Anak Haram, Amanda Manopo Ungkap Kesedihan Dibully Netizen Saat Hamil
Sjafrie menambahkan, pelaksanaan program komcad bagi ASN akan dilakukan secara bertahap dan terukur. Evaluasi akan terus dilakukan agar program ini berjalan efektif, tidak mengganggu kinerja birokrasi, serta tetap selaras dengan regulasi yang berlaku.
Artikel Terkait
Menhan Sjafrie Ungkap Presiden Prabowo Melakukan Pertemuan dengan Tokoh Oposisi, Apa yang Dibahas?
Disebut Anak Haram, Amanda Manopo Ungkap Kesedihan Dibully Netizen Saat Hamil
Usai Rehabilitasi Narkoba, Onad Buka Pengakuan soal Sindrom Peter Pan dan Sulit Lepas dari Masa Muda
DFB Tegaskan Tak Ikut Seruan Boikot Piala Dunia 2026 di AS, Pilih Jalur Dialog dan Sportivitas
Puluhan WNI Korban Online Scam Dipulangkan dari Kamboja, Awal Repatriasi 2026
Kasus Hogi Minaya Ditutup, Perjuangan Bela Istri Berakhir Bebas dari Jerat Hukum
Longsor Terjang Bantaran Kali Bekasi, Enam Rumah Warga Tambun Utara Terdampak
Harga Emas Antam Anjlok Tajam Akhir Pekan, Turun Rp260 Ribu per Gram
Krisis Sosial Memburuk di Israel, Hampir Dua Juta Warga Hidup Miskin dan Anak-Anak Paling Terdampak
Polisi Sebut Tak Bisa Ungkap Alasan Kematian Lula Lahfah: Karena Keluarga Tolak Otopsi