Baca Juga: BGN Kecam Penghentian MBG di Lampung, Kritik Orang Tua Tak Boleh Dibalas Hukuman ke Siswa
Selain faktor domestik, penguatan ini juga dipicu oleh aliran modal masuk (capital inflow) ke pasar obligasi dan saham dalam negeri. Para investor global tampaknya mulai melihat Indonesia sebagai pelabuhan yang aman (safe haven) di kawasan Asia Tenggara, terutama dengan komitmen transparansi yang terus ditegaskan oleh para pemangku kebijakan fiskal dan moneter.
Ke depan, koordinasi di bawah payung Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan terus diperketat guna mengantisipasi risiko tak terduga dari kebijakan ekonomi negara-negara maju. Purbaya optimis bahwa dengan koordinasi yang solid dan kompetensi BI yang mumpuni, posisi mata uang kita akan tetap terjaga kekuatannya hingga akhir tahun nanti.***