INSIBERNEWS - Para ilmuwan dari Bulletin of the Atomic Scientists kembali mengirimkan peringatan serius kepada dunia. Simbol Jam Kiamat atau Doomsday Clock kini digeser ke posisi 85 detik sebelum tengah malam, jarak terdekat sejak jam simbolik itu pertama kali diperkenalkan pada 1947.
Posisi ini mencerminkan akumulasi ancaman global yang dinilai semakin memburuk dan belum tertangani secara memadai. Risiko konflik nuklir, krisis iklim yang kian ekstrem, perkembangan kecerdasan buatan tanpa regulasi kuat, hingga melemahnya kerja sama internasional menjadi faktor utama penilaian tersebut.
Baca Juga: Fiki Naki Umumkan Kehamilan Pertama Sang Istri, Tinandrose: 'Dari Dua, Akan Segera Menjadi Tiga'
Bulletin of the Atomic Scientists menilai dunia berada dalam kondisi yang sangat rapuh. Ketegangan geopolitik antarnegara pemilik senjata nuklir terus meningkat, sementara upaya pengendalian senjata justru mengalami kemunduran. Situasi ini dinilai memperbesar potensi salah kalkulasi yang bisa berujung bencana.
Di sisi lain, perubahan iklim dinilai semakin tak terbendung. Gelombang panas ekstrem, banjir besar, kekeringan panjang, dan kebakaran hutan terjadi lebih sering di berbagai belahan dunia. Para ilmuwan menilai respons global terhadap krisis iklim masih jauh dari cukup dan berjalan terlalu lambat.
Baca Juga: Disalip Chelsea! Manchester United Gagal Gaet Bintang Muda Sheffield Wednesday, Yisa Alao
Ancaman baru juga datang dari perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan. Inovasi AI yang bergerak cepat dianggap membawa manfaat besar, namun juga menyimpan risiko jika tidak diimbangi dengan pengawasan, etika, dan aturan yang jelas, terutama dalam sektor militer dan informasi publik.
Bulletin menekankan bahwa masalah-masalah tersebut saling terkait dan saling memperburuk satu sama lain. Konflik bersenjata menghambat kerja sama iklim, krisis ekonomi melemahkan solidaritas global, sementara disinformasi memperumit pengambilan keputusan berbasis sains.
Baca Juga: Terancam Hukum, Sydney Sweeney Kembali Kontroversial Gegara Gantung Bra di Hollywood Sign
Jam Kiamat sendiri bukan alat prediksi waktu kehancuran dunia, melainkan simbol peringatan. Semakin dekat jarumnya ke tengah malam, semakin besar ancaman eksistensial yang dihadapi umat manusia. Angka 85 detik ini menjadi sinyal keras bahwa dunia berada di titik kritis.
Para ilmuwan mendesak para pemimpin dunia untuk segera mengambil langkah konkret. Mulai dari menghidupkan kembali diplomasi pengendalian senjata, mempercepat transisi energi bersih, hingga menyusun tata kelola teknologi global yang adil dan transparan.
Menurut Bulletin, arah jarum Jam Kiamat masih bisa dijauhkan dari tengah malam. Namun hal itu hanya mungkin jika negara-negara besar dan masyarakat global memilih kerja sama, sains, dan kemanusiaan sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan bersama.***
Artikel Terkait
Viral! Pasutri Merokok Sambil Gendong Bayi di Palmerah, Teguran Berujung Pemukulan dan Laporan Polisi
BGN Kecam Penghentian MBG di Lampung, Kritik Orang Tua Tak Boleh Dibalas Hukuman ke Siswa
Dilaporkan soal Dugaan Fitnah, Roy Suryo Pilih Tertawa dan Anggap Laporan Tak Serius
BRI Jangkau 14,8 Juta Pengusaha dengan LinkUMKM, Dorong Penguatan Usaha Berbasis Digital
Unggahan Beby Prisillia Jadi Sorotan, Onadio Leonardo Dikabarkan Resmi Keluar Rehabilitasi
Sudah Ikut Pelatihan, Chiki Fawzi Ungkap Kekecewaan Tiba-Tiba Batal Jadi Petugas Haji 2026
Terancam Hukum, Sydney Sweeney Kembali Kontroversial Gegara Gantung Bra di Hollywood Sign
Cole Palmer ke Manchester United? Pelatih Chelsea Beri Bantahan Tegas: Dia Bagian Penting Proyek Jangka Panjang
Disalip Chelsea! Manchester United Gagal Gaet Bintang Muda Sheffield Wednesday, Yisa Alao
Fiki Naki Umumkan Kehamilan Pertama Sang Istri, Tinandrose: 'Dari Dua, Akan Segera Menjadi Tiga'