Jam Kiamat Makin Dekat! Dunia Kini Tinggal 85 Detik dari Tengah Malam

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 28 Januari 2026 | 16:08 WIB
Jam Kiamat Dunia Geser jadi 85 Detik Menuju Jam Malam (Foto : VOA)
Jam Kiamat Dunia Geser jadi 85 Detik Menuju Jam Malam (Foto : VOA)

INSIBERNEWS - Para ilmuwan dari Bulletin of the Atomic Scientists kembali mengirimkan peringatan serius kepada dunia. Simbol Jam Kiamat atau Doomsday Clock kini digeser ke posisi 85 detik sebelum tengah malam, jarak terdekat sejak jam simbolik itu pertama kali diperkenalkan pada 1947.

Posisi ini mencerminkan akumulasi ancaman global yang dinilai semakin memburuk dan belum tertangani secara memadai. Risiko konflik nuklir, krisis iklim yang kian ekstrem, perkembangan kecerdasan buatan tanpa regulasi kuat, hingga melemahnya kerja sama internasional menjadi faktor utama penilaian tersebut.

Baca Juga: Fiki Naki Umumkan Kehamilan Pertama Sang Istri, Tinandrose: 'Dari Dua, Akan Segera Menjadi Tiga'

Bulletin of the Atomic Scientists menilai dunia berada dalam kondisi yang sangat rapuh. Ketegangan geopolitik antarnegara pemilik senjata nuklir terus meningkat, sementara upaya pengendalian senjata justru mengalami kemunduran. Situasi ini dinilai memperbesar potensi salah kalkulasi yang bisa berujung bencana.

Di sisi lain, perubahan iklim dinilai semakin tak terbendung. Gelombang panas ekstrem, banjir besar, kekeringan panjang, dan kebakaran hutan terjadi lebih sering di berbagai belahan dunia. Para ilmuwan menilai respons global terhadap krisis iklim masih jauh dari cukup dan berjalan terlalu lambat.

Baca Juga: Disalip Chelsea! Manchester United Gagal Gaet Bintang Muda Sheffield Wednesday, Yisa Alao

Ancaman baru juga datang dari perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan. Inovasi AI yang bergerak cepat dianggap membawa manfaat besar, namun juga menyimpan risiko jika tidak diimbangi dengan pengawasan, etika, dan aturan yang jelas, terutama dalam sektor militer dan informasi publik.

Bulletin menekankan bahwa masalah-masalah tersebut saling terkait dan saling memperburuk satu sama lain. Konflik bersenjata menghambat kerja sama iklim, krisis ekonomi melemahkan solidaritas global, sementara disinformasi memperumit pengambilan keputusan berbasis sains.

Baca Juga: Terancam Hukum, Sydney Sweeney Kembali Kontroversial Gegara Gantung Bra di Hollywood Sign

Jam Kiamat sendiri bukan alat prediksi waktu kehancuran dunia, melainkan simbol peringatan. Semakin dekat jarumnya ke tengah malam, semakin besar ancaman eksistensial yang dihadapi umat manusia. Angka 85 detik ini menjadi sinyal keras bahwa dunia berada di titik kritis.

Para ilmuwan mendesak para pemimpin dunia untuk segera mengambil langkah konkret. Mulai dari menghidupkan kembali diplomasi pengendalian senjata, mempercepat transisi energi bersih, hingga menyusun tata kelola teknologi global yang adil dan transparan.

Menurut Bulletin, arah jarum Jam Kiamat masih bisa dijauhkan dari tengah malam. Namun hal itu hanya mungkin jika negara-negara besar dan masyarakat global memilih kerja sama, sains, dan kemanusiaan sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan bersama.***

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X