news

Iran Soroti Penarikan Pasukan AS, Irak Disebut Masuk Babak Baru Kedaulatan

Senin, 19 Januari 2026 | 15:35 WIB
Pasukan AS Mundur dari Irak (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai penarikan pasukan Amerika Serikat dari Pangkalan Ain al-Asad di Irak sebagai sinyal positif bagi penguatan kedaulatan nasional negara tersebut. Menurutnya, langkah ini mencerminkan kemajuan Irak dalam mengelola keamanan dan stabilitas secara mandiri.

Pandangan itu disampaikan Araghchi dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein. Ia menegaskan Iran mendukung penuh Irak yang berdaulat, stabil, dan mampu memainkan peran strategis dalam menjaga perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Tragis! IRT Muda Tewas Ditikam di Depan Gereja Aimas, Polisi Masih Buru Pelaku

“Keluarnya pasukan asing dari Ain al-Asad menunjukkan Irak semakin stabil dan mampu berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Araghchi dalam pernyataannya.

Ia menilai penarikan pasukan AS bukan hanya soal perubahan kehadiran militer, tetapi juga menjadi simbol meningkatnya kepercayaan diri Irak dalam menjaga keamanan nasional tanpa ketergantungan pada kekuatan asing.

Araghchi juga menekankan bahwa Iran memandang Irak sebagai mitra penting dalam menciptakan keseimbangan kawasan. Menurutnya, stabilitas Irak akan berdampak langsung pada keamanan regional, termasuk bagi negara-negara tetangganya.

Baca Juga: Pelantikan Tenaga Ahli DPN RI, Putra Hotman Paris Masuk Lingkar Strategis Pertahanan, Kemhan: Bukan Karena Keluarga!

Dalam pertemuan yang digelar di Teheran itu, kedua menteri luar negeri turut membahas penguatan hubungan bilateral Iran–Irak di berbagai sektor, mulai dari politik, ekonomi, hingga kerja sama keamanan.

Selain itu, dinamika kawasan Timur Tengah juga menjadi topik utama pembahasan. Keduanya sepakat pentingnya dialog regional sebagai jalan utama meredakan ketegangan dan mencegah konflik berkepanjangan.

Fuad Hussein menyampaikan bahwa Irak berkomitmen menjaga keseimbangan hubungan luar negeri serta membuka ruang dialog dengan semua pihak demi stabilitas jangka panjang.

Baca Juga: Insiden Maut Tol Cipularang, Truk Boks Ringsek usai Tabrak Kendaraan Depan dan Tewaskan Kernet

“Kami ingin Irak menjadi jembatan dialog, bukan arena konflik,” kata Fuad Hussein.

Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk memperkuat koordinasi dan inisiatif bersama, guna mendorong peran Irak sebagai aktor kunci dalam upaya perdamaian dan stabilitas kawasan.***

Tags

Terkini