news

Di Tengah Listrik Padam, Kisah Haru Ibu Aceh Tamiang Akhirnya Bisa Video Call Anak di Yaman Berkat Relawan

Minggu, 14 Desember 2025 | 11:36 WIB
Pengungsi di Aceh Tamiang yang meminta bantuan mukena untuk salat. (TikTok/zaits_bf)

Dari kolom komentar, diketahui ibu tersebut tinggal di Aceh Tamiang, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Mahasiswa yang berada di Yaman itu bernama Subeqi Firdaus. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada para relawan yang rela menempuh perjalanan jauh demi membantu keluarganya.

“Jazakumullah khairan, kakak-kakak relawan. Tim sudah datang jauh-jauh dari Jawa ke rumah orang tua saya di Aceh Tamiang,” tulisnya.

“Akhirnya saya bisa video call dengan orang tua saya.”

Di sisi lain, pemulihan infrastruktur dasar masih menjadi tantangan besar. PLN mencatat sedikitnya lima Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV pada jalur Langsa–Pangkalan Brandan roboh akibat terjangan banjir besar. Kerusakan ini membuat sistem kelistrikan Aceh terpisah dari jaringan utama Sumatera.

Baca Juga: Prabowo Kerahkan TNI–Polri Percepat Penanganan Bencana, Pastikan Negara Hadir di Lapangan

PLN mengerahkan sekitar 1.476 personel untuk mempercepat proses pemulihan listrik. Namun, kondisi medan yang sulit dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat membuat proses perbaikan membutuhkan waktu.

Sementara itu, pemulihan jaringan telekomunikasi juga masih berjalan bertahap. Hingga Kamis, 11 Desember 2025, pemulihan baru mencapai sekitar 40 persen. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan, kelancaran jaringan sangat bergantung pada stabilnya pasokan listrik.

Menurutnya, setelah aliran listrik kembali aman dan normal, transmisi jaringan serta konektivitas di Aceh diharapkan bisa pulih sepenuhnya. Di tengah proses yang masih berjalan, kisah ibu dan anak yang dipertemukan lewat bantuan relawan menjadi pengingat bahwa di balik bencana, masih ada solidaritas dan kemanusiaan yang menyala.***

Halaman:

Tags

Terkini