news

Rocky Gerung Kritik Proyek Whoosh: Bukan Kebutuhan Publik dan Bukan Lompatan Teknologi!

Sabtu, 29 November 2025 | 15:43 WIB
Rocky Gerung soroti ide awal pengadaan proyek kereta cepat atau Whoosh. (Instagram/keretacepat_id)

Host podcast, Sri Radjasa Chandra, mantan anggota BIN, menambahkan bahwa persoalan Whoosh kini tidak hanya berkaitan dengan utang atau pembiayaan, tetapi juga potensi masuknya pengaruh asing melalui proyek infrastruktur.

Baca Juga: Prabowo Minta Pendidikan Lingkungan Diperkuat, Guru Diminta Tanamkan Kepedulian Sejak Dini

Rocky bahkan menyebut Jepang sebagai pihak yang paling pantas kecewa, sebab studi dan survei awal kereta cepat dilakukan negara tersebut selama bertahun-tahun. Namun hasilnya justru diambil alih dan digunakan China sebagai dasar penyusunan proposal.

Pandangan serupa juga pernah disampaikan akademisi NTU Singapura, Sulfikar Amir. Ia menilai studi yang disusun China tidak berbasis penelitian lapangan dan hal itu menjadi salah satu penyebab membengkaknya biaya proyek Whoosh hingga terjadi cost overrun. 

Dengan kembali mencuatnya kritik dari berbagai pihak, Rocky menyebut masyarakat berhak bertanya sejauh mana proyek Whoosh memberi manfaat nyata, bukan hanya sebagai simbol modernitas atau alat pembuktian antar negara.***

Halaman:

Tags

Terkini