Menurutnya, air tanah bukanlah sumber daya yang bisa dieksploitasi sesuka hati karena butuh ratusan tahun untuk pulih kembali secara alami.
“Air tanah adalah warisan kehidupan. Ia diam, tapi ketika habis, bumi akan retak,” tutur Dedi dengan nada prihatin.
Ia juga meminta agar perusahaan air minum kemasan mulai beralih menggunakan sumber air permukaan yang lebih berkelanjutan, serta memperkuat program konservasi di daerah resapan air.
Baca Juga: Meta Perkuat WhatsApp dan Messenger dengan Fitur Anti-Penipuan, Lindungi Pengguna dari Modus Online
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan memastikan masyarakat sekitar tidak menjadi korban dari bisnis yang hanya mengejar keuntungan.
Para pengamat lingkungan turut mendukung langkah Gubernur Dedi. Mereka berharap hasil sidak tersebut bisa menjadi pintu masuk bagi pemerintah pusat untuk meninjau ulang izin pengambilan air tanah oleh perusahaan-perusahaan besar.
Sebab, di tengah krisis iklim yang kian nyata, keberadaan air bersih bukan lagi sekadar urusan bisnis — melainkan soal keberlangsungan hidup manusia dan bumi itu sendiri.***