Menurutnya, air tanah bukanlah sumber daya yang bisa dieksploitasi sesuka hati karena butuh ratusan tahun untuk pulih kembali secara alami.
“Air tanah adalah warisan kehidupan. Ia diam, tapi ketika habis, bumi akan retak,” tutur Dedi dengan nada prihatin.
Ia juga meminta agar perusahaan air minum kemasan mulai beralih menggunakan sumber air permukaan yang lebih berkelanjutan, serta memperkuat program konservasi di daerah resapan air.
Baca Juga: Meta Perkuat WhatsApp dan Messenger dengan Fitur Anti-Penipuan, Lindungi Pengguna dari Modus Online
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan memastikan masyarakat sekitar tidak menjadi korban dari bisnis yang hanya mengejar keuntungan.
Para pengamat lingkungan turut mendukung langkah Gubernur Dedi. Mereka berharap hasil sidak tersebut bisa menjadi pintu masuk bagi pemerintah pusat untuk meninjau ulang izin pengambilan air tanah oleh perusahaan-perusahaan besar.
Sebab, di tengah krisis iklim yang kian nyata, keberadaan air bersih bukan lagi sekadar urusan bisnis — melainkan soal keberlangsungan hidup manusia dan bumi itu sendiri.***
Artikel Terkait
Tasya Farasya Pertimbangkan Laporkan Ahmad Assegaf Soal Dugaan Penggelapan Dana di Tengah Proses Cerai
BI Jelaskan Asal Data Dana Rp4,17 Triliun Pemprov Jabar yang Disebut Mengendap di Deposito
Rayakan HUT Maluku Utara, Malut United Turunkan Harga Tiket Laga Kontra Semen Padang
Meta Perkuat WhatsApp dan Messenger dengan Fitur Anti-Penipuan, Lindungi Pengguna dari Modus Online
OpenAI Luncurkan ChatGPT Atlas, Browser AI yang Siap Jadi Penantang Serius Google Chrome
Waspada! 5 Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Bisa Bikin Asma Kambuh
Soal Jual-Beli Jabatan Kata Menkeu Purbaya, Bupati Bekasi Tegas Bantah: Proses Seleksi Didampingi KPK
KAI Tempuh Jalur Hukum Usai KA Harina Tabrak Truk di Kaligawe Semarang
Menkeu Purbaya Tegas Larang Impor Balpres, Pelaku Akan Didenda dan Masuk Daftar Hitam
JANGAN KAGET! Harga Pupuk Subsidi Dipangkas Habis 20 Persen, Petani Se-Indonesia Wajib Tahu!